Indonesiadaily.net- El Nino dan La Nina dua-duanya adalah pola iklim di Samudera Pasifik yang dapat mempengaruhi cuaca di seluruh dunia. Meski sama-sama istilah iklim, El Nino dan La Nina memiliki sifat yang berkebalikan. Lalu apa perbedaan El Nina dan La Nina?
El Nino dan La Nina adalah istilah iklim yang bisa membawa dampak terhadap cuaca, kebakaran hutan, ekosistem, dan perekonomian global. Musim El Nino dan La Nina biasanya berlangsung selama sembilan hingga 12 bulan, namun terkadang dapat berlangsung hingga bertahun-tahun.
Peristiwa El Nino dan La Nina rata-rata terjadi setiap dua hingga tujuh tahun, namun tidak terjadi pada jadwal yang teratur. Umumnya El Nino lebih sering terjadi dibandingkan La Nina.
Mengutip laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Singkatnya, El Nino memicu kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.
Menurut laman National Ocean Service AS, El Niño dalam bahasa Spanyol artinya anak laki-laki. Nelayan Amerika Selatan pertama kali menyadari periode air hangat yang luar biasa di Samudra Pasifik pada tahun 1600an. Nama lengkap yang mereka gunakan adalah El Niño de Navidad yang berarti Bocah Laki-Laki Natal, karena El Niño biasanya mencapai puncaknya sekitar bulan Desember.
Sementara, La Nina adalah fenomena yang berkebalikan dengan El Nino. Ketika La Nina terjadi, Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya. Pendinginan SML ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.
La Nina dalam bahasa Spanyol artinya Gadis Kecil. La Nina juga kadang-kadang disebut El Viejo, anti-El Nino atau sekadar “peristiwa dingin”.
Selama La Nina, perairan di lepas pantai Pasifik menjadi lebih dingin dan mengandung lebih banyak nutrisi dari biasanya. Lingkungan ini mendukung lebih banyak kehidupan laut dan menarik lebih banyak spesies perairan dingin, seperti cumi-cumi dan salmon, ke tempat-tempat seperti pantai California.
(*)
Editor : Nur Komalasari






