Indonesiadaily.net – Memiliki anak yang aktif membuat orang tua kerap kesulitan. Namun, tak sedikit juga orang tua yang merasa semakin gemas dengan tingkah laku anaknya yang memiliki banyak keaktifan.
Anak yang aktif juga menjadi salah satu tanda anak memiliki kecerdasan yang baik. Bukan hanya aktif, tingkah laku anak-anak juga ada yang hiperaktif. Tetapi, banyak diantara orang tua yang tidak menyadari anak mereka termasuk ke dalam anak yang hiperaktif.
Anak yang hiperaktif cenderung akan sulit berkonsentrasi pada satu hal. Tidak hanya itu, ada sejulah tanda lain yang dapat mengindikasikan anak mengalami hiperaktif.
Anak yang memiliki kencenderungan hiperaktif membutuhkan perhatian lebih. Jika memang tidak dapat diatasi, orang tua dapat menghubungi dokter.
Melansir dari halodoc, berikut ini cara membedakan antara anak yang aktif dan hiperaktif.
Fokus dan Perhatian
Hampir semua anak cenderung sulit untuk terfokus pada satu hal saja. Perhatiannya akan mudah teralih setiap ia melihat hal-hal yang menarik dan membuatnya penasaran. Si Kecil akan mudah bosan, tetapi tidak jika ia menemukan mainan yang memang sangat disukainya.
Sementara itu, anak hiperaktif tidak akan pernah bisa terfokus meski ia melihat mainan atau benda yang ia sukai. Ini disebabkan karena cakupan perhatian anak hiperaktif akan lebih pendek dibandingkan dengan anak aktif pada umumnya.
Cara Berbicara
Ketika sedang tenang, anak yang aktif lebih mudah diajak berbicara dan menangkap kosakata baru dari pembicaraan yang diajarkan padanya. Namun, tidak dengan anak hiperaktif. Ia akan cenderung berbicara dengan volume tinggi dan tempo yang cepat. Tidak jarang anak-anak hiperaktif suka menginterupsi atau menyela orang lain yang sedang berbicara. Terkadang, anak hiperaktif akan dianggap kurang sopan dan kurang memahami tata krama saat beranjak remaja.
Suasana Hati dan Perasaan
Perbedaan aktif dan hiperaktif berikutnya bisa terlihat dari perasaan sang anak. Anak aktif tidak mudah menangis dan bisa menjaga perasaannya, kecuali saat ia dalam keadaan marah, kesal, dan sedih. Berbeda dengan anak hiperaktif yang sangat sensitif akan rangsangan apa pun, yang menjadikan mereka mudah mengeluh. Keluhan ini akan ditunjukkan dalam bentuk tangisan. Ibu perlu tahu, bahwa tangisan anak hiperaktif lebih cenderung bertujuan untuk merengek, sehingga tidak mengeluarkan air mata.
Pergaulan dan Hubungan Sosial
Dalam bersosialisasi atau berinteraksi dengan teman-teman sebayanya, anak aktif lebih disukai karena sifatnya yang lebih sabar dan mau mengalah, terutama saat menggunakan alat-alat bermain di sekolah. Namun, anak hiperaktif tidak demikian. Sifat mengalah dan sabar tidak ada dalam dirinya, sehingga ia jarang berbagi dengan temannya ketika bermain. Sekali ia menggunakan mainan yang disukainya, ia tidak akan mau bergantian.
Rasa Lelah
Normalnya, anak akan beristirahat atau tidur ketika lelah maupun mengantuk. Namun, anak hiperaktif justru tidak mengenal kata lelah. Ia akan tetap bermain atau bergerak, meski gerakannya terbilang tidak menghabiskan banyak tenaga, seperti misalnya duduk sembari menggoyangkan kedua kakinya. Bahkan, anak hiperaktif hanya menghabiskan sedikit waktunya untuk beristirahat atau tidur.(*)






