Indonesiadaily.net – Di era digital saat ini, kita mendapati banyak aspek kehidupan yang sudah beralih ke dalam bentuk aplikasi mobile di Smartphone. Tak jarang, pengguna smartphone mengunduh berbagai aplikasi, baik untuk kebutuhan profesional, edukasi, hiburan, ataupun media sosial. Namun, ironisnya, semakin banyak aplikasi yang kita unduh, semakin banyak pula memori penyimpanan yang tersita. Tentu, hal ini menjadi masalah ketika kita menyadari bahwa tidak semua aplikasi yang terunduh tersebut kita gunakan dalam rutinitas sehari-hari.
Beruntungnya bagi pengguna Android, solusi atas masalah tersebut kini telah hadir. Google, sebagai raksasa teknologi, menyadari kebutuhan tersebut dan memberikan solusi melalui fitur terbaru yang disematkan di Play Store.
Biasanya, kita cenderung mengunduh sejumlah aplikasi, namun hanya sebagian kecil saja yang benar-benar sering kita gunakan. Dalam situasi di mana memori ponsel mulai penuh, banyak pengguna yang memilih untuk menghapus aplikasi namun tetap mempertahankan data dari aplikasi tersebut, sehingga ikon dari aplikasi yang dihapus masih muncul di tray aplikasi.
Sebagai respons atas masalah ini, Google meluncurkan fitur yang mampu mendeteksi aplikasi-aplikasi yang jarang digunakan dan otomatis mengarsipkannya saat memori penyimpanan mulai menipis. Berdasarkan laporan dari Android Central yang mengutip sumber informasi tipster AssembleDebug, fitur ini dinamakan ‘Automatically archive apps’. Kabar baiknya, fitur ini sudah tersedia bagi semua pengguna Play Store.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengarsipkan aplikasi yang jarang atau bahkan tidak pernah digunakan, tanpa perlu menghapusnya secara permanen. Proses pengarsipan ini akan berjalan secara otomatis. Bagi yang ingin mencoba, pengguna dapat masuk ke menu pengaturan Play Store, kemudian pilih opsi General, dan aktifkan ‘Automatically archive apps’. Aplikasi-aplikasi yang terarsipkan ini tidak akan mempengaruhi kapasitas penyimpanan ponsel Android pengguna.
Sebelumnya, fitur ini hanya diperuntukkan bagi pengguna dengan kapasitas penyimpanan ponsel yang terbatas. Namun, melihat potensi dan kebutuhan yang lebih luas, Google memutuskan untuk membuat fitur ini tersedia bagi semua pengguna, tanpa terikat syarat-syarat tertentu. Ini tentu menjadi langkah positif bagi Google dalam meningkatkan kenyamanan pengguna dalam mengelola aplikasi di perangkatnya. (*)






