Indonesiadaily.net – Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) dengan konsisten berkomitmen untuk mengurangi angka stunting di Indonesia. Sebagai wujud keseriusan mereka, Almisbat mengambil berbagai inisiatif yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah ini.
Piryadi Kartodihardjo, Sekjen Almisbat, menegaskan bahwa stunting di Indonesia bukan hanya sebuah persoalan kesehatan, namun juga berdampak pada visi Indonesia untuk tahun 2045, yang dikenal sebagai Indonesia Emas.
“Dalam kapasitas kami sebagai organ relawan Jokowi, kami merasa memiliki kewajiban moral untuk bekerja sama dan bertanggung jawab dalam upaya penurunan angka stunting,” ungkap Piryadi.
Dalam upayanya, Almisbat telah memulai serangkaian program untuk mengurangi stunting di berbagai wilayah, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Salah satu fokus terbaru mereka adalah di Kota Tangerang, khususnya di posyandu di Selapajang Jaya RT 001 RW007 Kelurahan Selapajang Jaya. Selama kunjungan tersebut, dibagikan komik edukatif yang mengajarkan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang sebagai salah satu cara pencegahan stunting.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekjen Almisbat, pengurus Almisbat Kota Tangerang, para bidan, dan kader posyandu yang berdedikasi. Cacan Gunawan, Wakil Ketua Almisbat Kota Tangerang, menginformasikan bahwa selama kegiatan tersebut, sebanyak 96 anak balita mendapatkan pelayanan kesehatan berupa penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pemberian makanan tambahan. Sementara itu, 7 ibu hamil juga mendapatkan pemeriksaan untuk memastikan kesehatan mereka dan janin yang dikandung.
Namun, meskipun dengan berbagai upaya tersebut, tantangan masih ada. Kader posyandu setempat, Ila, mengungkapkan bahwa di wilayah tersebut masih terdapat 14 kasus anak stunting. Ila menekankan bahwa salah satu penyebab utama stunting adalah pola makan yang tidak seimbang.
“Kami harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang untuk masa depan anak-anak kita,” pungkas Ila. (*)






