Ada Apa dengan Hubungan Gus Dur dan Gus Muhaimin?

pilpres gus muhaimin iskandar
Setya Dharma Pelawi

Indonesiadaily.net – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, yang lebih dikenal dengan Gus Muhaimin, menapaki langkah politik yang begitu impresif. Selama lebih dari satu tahun, dia telah melalui tantangan besar dalam dinamika seleksi capres dan cawapres menjelang Pemilu 2024. Kini, Gus Muhaimin resmi ditunjuk sebagai calon pendamping Anies Baswedan di kursi wakil presiden.

Keputusan ini tidak datang begitu saja. PKB merespons positif ajakan yang diberikan oleh Surya Paloh, agar bergabung dalam Koalisi Perubahan. Pada Selasa (12 September 2023), Partai Nasdem bersama Anies Baswedan mengundang Gus Imin untuk melakukan pertemuan bersama Partai Keadilan Sejahtera di kantor pusat PKS.

Bacaan Lainnya

Namun, perjalanan politik Gus Imin penuh dengan rintangan. Sebagai mantan Ketua Umum PB PMII, dia kerap menjadi sasaran berbagai serangan dari lawan politik. Isu korupsi yang muncul pada tahun 2012 di Kementerian Tenaga Kerja, misalnya, kembali menjadi sorotan setiap kali pemilihan presiden mendekat. Tak hanya itu, tuduhan melakukan kudeta terhadap mentornya sendiri juga pernah dilemparkan kepadanya.

Meski demikian, ketika PKB menerima tawaran Partai Nasdem untuk memasangkan Gus Imin dan Anies, gelombang kritik kembali muncul. Banyak yang menduga bahwa setiap individu yang menentang kehendak politik dari Jokowi akan dengan cepat diredam. Sebagai respons, Cak Imin harus menghadap KPK dan menjalani pemeriksaan intensif.

Yenny Wahid, mantan Sekjen PKB periode 2005-2008 dan putri dari Gus Dur, juga turut menyuarakan kritik. Dia mengungkit peristiwa konflik internal PKB pada tahun 2008, menuduh Muhaimin mengudeta Gus Dur, sehingga Gus Dur harus meninggalkan partai yang didirikannya sendiri. Gus Imin menanggapi dengan tegas, membantah semua tuduhan tersebut.

Gus Imin menegaskan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut muncul secara rutin setiap pemilu dan sebenarnya tidak memiliki dasar kuat. Dia menambahkan bahwa ketika Gus Dur terkejut mendengar keputusannya untuk mengundurkan diri, Gus Dur memintanya untuk menulis surat pengunduran diri. Namun, surat tersebut tak pernah dikeluarkan berdasarkan permintaan Gus Dur sendiri.

Dibalik sorotan tersebut, hubungan antara Muhaimin dan Gus Dur sebenarnya tetap hangat, sesuatu yang tidak banyak diketahui publik. Megawati Soekarnoputri, mantan Presiden, pernah mengungkapkan bahwa hubungan keduanya tetap baik.

Setya Dharma Pelawi, aktivis senior alumni Universitas Padjadjaran, juga memberikan kesaksian yang mendukung hubungan baik antara Gus Imin dan Gus Dur. Menurutnya, Gus Dur memiliki visi jauh ke depan dan tahu bahwa Gus Imin adalah sosok yang tepat untuk membesarkan PKB.

Kang Tya, panggilan akrab Setya Dharma, menambahkan bahwa strategi Gus Dur selalu melampaui zamannya. PKB akan tetap besar bahkan setelah Gus Dur tiada jika tidak ada “drama” konflik antara kedua tokoh tersebut.

Kini, dengan posisi Gus Imin sebagai calon wakil presiden bersama Anies, banyak tokoh besar NU yang menjadi incaran berbagai kelompok politik untuk berbagai posisi, termasuk sebagai pendamping calon presiden lainnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran dan pengaruh PKB dan NU dalam politik Indonesia.

Sebagai penutup, Ketua Masyarakat Anti Kepalsuan, dengan senyuman simpul, menegaskan bahwa para tokoh politik NU seharusnya berterima kasih kepada Gus Imin. Karena keberaniannya melawan kehendak politik tertentu, banyak tokoh NU lainnya yang kini mendapat perhatian besar dalam kancah politik nasional. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *