Tuan Guru Bajang: Presiden Jokowi Akan Setia Pada Nilai-Nilai Perjuangannya

TGB dan Jokowi 1
Presiden Jokowi dan Ketua Harian DPP Perindo, Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB).

Indonesiadaily.net, Jakarta – Ketua Harian DPP Perindo, Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan tetap konsisten dan setia pada nilai-nilai yang diperjuangkannya sejak masih di Solo, Jawa Tengah.

Menurut TGB, nilai-nilai yang diperjuangkan Jokowi antara lain kerakyatan, kedekatan dengan masyarakat, terjun langsung melihat permasalahan masyarakat, mencari solusi secepat mungkin, sampai ada terobosan-terobosan yang dilakukan karena ingin mencapai hasil yang segera dapat dinikmati masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Khidmat Pak Jokowi selama ini, dari Solo, Jakarta, sampai ke Republik Indonesia itu kan berangkatnya dari satu rumah, bukan hanya dari PDI Perjuangan tetapi juga nilai-nilai yang dibawa dalam perjuangan beliau,” kata Ketua Organisasi Alumni Al-Azhar ini, di Jakarta (25/07/2023).

TGB menyatakan, konsistensi Jokowi juga akan terlihat terkait endorsement (dukungan) untuk calon pemimpin berikutnya, Presiden Indonesia ke-8, yang juga akan meneruskan legacy-nya selama dua periode.

“Kalau saya melihat, konsisten itu masih ada, konsisten itu akan tampak pada waktunya.”

TGB dan Jokowi 2

Oleh karena itu, menurut TGB, arah dukungan Jokowi tidak bisa hanya ditafsirkan secara simbolik belaka dari kegiatannya bersama orang-orang tertentu.

“Misalnya, ada salah satu capres yang juga memang salah satu Menteri Jokowi diajak untuk berjalan bersama, inspeksi bersama, dalam beberapa hal, kalau saya melihatnya, itu sebagai bagian dari karakter Pak Jokowi untuk menunjukan kerja bersama, teamwork yang berjalan dengan optimal,” kata TGB.

“Tapi lalu kan pengamat memuatkan tafsiran politik, kemudian partai-partai tertentu juga kemudian memberikan penafsiran yang semuanya itu wishful thinking; ngomong sesuai dengan apa yang kita mau,” lanjut TGB.

TGB menegaskan, Presiden Jokowi sebagai kepala pemerintahan bersama dengan para menterinya turun ke lapangan untuk bekerja menyelesaikan problem-problem yang ada.

“Tidak lebih. Kalau misalnya beliau bersama Pak Prabowo, lahirlah tafsiran-tafsiran, padahal pada saat yang sama, beliau juga didampingi menteri yang lain, tetapi tidak ada tafsirannya, karena tidak mencalonkan diri. Pak Jokowi paling sering mungkin jalan dengan Pak Basuki Menteri PUPR, kenapa tidak ada tafsirannya. Tidak ada yang mengatakan Pak Jokowi meng-endorse Pak Basuki,” tutur TGB.

Dari sisi para calon, tambah TGB, wajar jika kemudian mereka berebut endorsement dari Pak Jokowi, seorang presiden dengan approval rating di atas 80%.

“Ini termasuk suatu anomali, karena kalau orang bilang kan presiden di masa akhir itu adalah lame duck, tidak punya kekuatan, cenderung ditinggalkan, tapi Pak Jokowi ini memang anomali. Dari perspektif para calon, termasuk kekuatan politik yang bersama para calon tentu berusaha mendapatkan endorsement. Sehingga kadang-kadang momen yang sebetulnya sangat birokratis, sangat teknikal yang memang merupakan bagian dari kerja-kerja beliau sebagai presiden itu lalu dimuatkan dengan tafsiran politik yang berlebihan,” kata TGB.

Terakhir, TGB menyatakan tetap percaya bahwa dukungan Jokowi di pilpres nanti akan berdasarkan konsistensi pada nilai-nilai perjuangannya.

“Jadi, kalau menurut saya sih, saya tidak ada keraguan, insyALLOH pada waktunya beliau akan konsisten pada khittah, nilai-nilai kejuangan itu,” tutup TGB. (*)

 

Jurnalis : Gibran

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *