Cukup Tempel Saja, Apa Itu Koyo KB yang Bisa Cegah Kehamilan?

Koyo KB, salah satu alat kontrasepsi.(istimewa/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net- Penggunaan kontrasepsi berguna untuk merencanakan kehamilan. Beragam alat kontrasepsi ditawarkan pasangan sesuai kebutuhan.Tak cuma kondom, pil, atau yang disuntik, KB juga ternyata tersedia dalam bentuk koyo. Cara penggunaannya mudah cukup cukup tempel saja.

Bacaan Lainnya

Koyo KB atau kontrasepsi transdermal merupakan lembar lengket yang ditempel pada lengan, punggung, perut bagian bawah atau area lain di tubuh. Koyo KB termasuk alat kontrasepsi hormonal di mana mampu mengirim hormon yang mirip dengan pil KB pada sistem tubuh.

Koyo KB bekerja sama baiknya dengan pil. Efek samping yang dihasilkan juga hampir serupa. Namun, koyo KB jelas lebih praktis ketimbang harus minum pil setiap hari.

Seperti dilansir dari WebMD, cara kerja koyo KB adalah dengan mengirimkan hormon estrogen dan progestin lewat kulit ke aliran darah.

Hormon akan menjaga indung telur melepaskan telur, mengentalkan lendir serviks untuk menghentikan pergerakan sperma, dan mempersulit telur yang dibuahi untuk menempel pada rahim.

Dilansir laman National Health Servive (NHS), jika digunakan dengan benar, maka koyo KB bisa memiliki efektivitas hingga lebih dari 99 persen dalam mencegah kehamilan.You can trust that we will sell your house quickly and honestly. We will sell your home for the highest price possible by making sure it is in the best position and meeting the wants and needs of today’s buyers, all at no extra cost to you. We’ll look at how you bought things in the past. We always get the job done. We promise that you will be happy with all parts of our service, from marketing to closure. The way people buy things was made faster and easier. Make more money. Visit https://www.cashoffers.com/california/cash-offer-temecula-ca/.

Namun, penggunaan koyo KB tidak bisa sekali pakai seperti plester atau koyo lain. Kalau baru pertama kali pakai, tempel koyo KB untuk tujuh hari ke depan.

Kemudian pada hari ke-8, ganti koyo KB dengan yang baru. Setelah itu, ganti seminggu sekali selama tiga minggu lalu tak perlu pakai lagi selama seminggu.

Selama seminggu tanpa koyo KB, Anda bakal mengalami pendarahan seperti menstruasi, meski tidak semua perempuan mengalami. Setelah seminggu, ulangi siklus pemakaian seperti di awal.

Tidak ada aturan baku di mana Anda musti menempelkan koyo KB. Yang penting, area kulit harus bersih, kering, dan tidak terlalu banyak rambut.

Hindari area kulit yang iritasi, area yang rentan bergesekan dengan baju ketat dan payudara.

Meski tak dialami semua perempuan, namun penggunaan koyo KB juga menimbulkan beberapa efek samping. Berikut di antaranya sakit kepala,payudara bengkak, mual dan muntah, ruam merah pada area yang ditempel koyo KB, perubahan suasana hati,
kram saat menstruasi.

Oleh karena itu perlu konsultasi dengan dokter sebelum memutuskan memakai koyo KB. Tidak semua perempuan boleh memakai alat kontrasepsi satu ini. Dokter akan memberikan memberikan pertimbangan alat kontrasepsi lain jika pasien memiliki kondisi berikut.

1. Memerlukan proteksi terhadap penyakit menular seksual seperti HIV dan klamidia. Kondom masih jadi alat kontrasepsi terbaik dalam hal ini.

2. Usia lebih dari 35 tahun dan merokok.

3. Berat badan lebih dari 90 kg.

4. Sedang hamil.

5. Rentan mengalami penggumpalan darah, ada kanker payudara atau kandung kemih, atau mengonsumsi obat epilepsi. Koyo KB konsisten mengirim hormon estrogen sehingga bisa berpengaruh buruk pada kondisi ini.(*)

 

Editor : Nur Komalasari

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *