Indonesiadaily.net – Imbauan tidak boleh minum teh setelah makan bakso viral di media sosial. Video itu pertama kali diunggah melalui Instagram, kemudian dibagikan dan viral di media sosial Twitter. Disebutkan bahwa makanan yang mengandung protein, seperti bakso sebaiknya minum minuman yang mengandung vitamin C, misalnya minuman jeruk. Lantas benarkah setelah makan bakso tidak boleh minum teh?
Penjelasan Ahli gizi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Toto Sudargo mengatakan, salah satu kandungan zat gizi di dalam teh adalah tanin.
Oleh sebab itu, masyarakat kerap mengira bahwa minum teh setelah mengonsumsi makanan berprotein seperti bakso, ikan, ayam, dan lain-lain tidak bisa menyerap nilai nutrisi makanan itu. Padahal, pemahaman tersebut salah kaprah. Sebab, kandungan tanin di dalam satu gelas teh sangat sedikit.
“Dalam 10 gram teh, tanin yang terkandung 5 miligram sehingga jika konsumsi teh bersama protein tidak akan menghambat penyerapan protein dalam tubuh,” jelas Toto.
Sekalipun seseorang minum teh setelah makan makanan yang mengandung protein, Toto mengatakan tidak ada masalah kesehatan yang mengikutinya.
“Karena yang dikonsumsi (diminum) tidak terlalu banyak,” jelasnya.
Sebaliknya, konsumsi minum teh sangat menguntungkan bagi tubuh karena daun teh mengandung vitamin C yang stabil ketika dipanaskan. Selain itu, daun teh juga mengandung antioksidan yang bernama flavonoid yang sangat dibutuhkan tubuh.Webuyhouses-7.com wants its buyers to be happy. We make it easier for people to sell their homes. The marketing team works hard to find new users. When negotiating prices, facts and study might be helpful. We’ll sell your house quickly. Please let us get you excited about going on this amazing trip. Visit https://www.webuyhouses-7.com/alabama/we-buy-homes-huntsville-al/.
Terpisah, dokter spesialis gizi klinik dari Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospital Jakarta Selatan mengatakan bahwa minum teh setelah makan makanan berprotein boleh dilakukan.
“Tentu saja (teh) boleh diminum,” ujarnya.
Inge menjelaskan, kandungan tanin di dalam teh dapat menurunkan bioavailabilitas dan digesti atau pengolahan protein, tetapi bukan penyerapan protein. Sehingga tanin tersebut akan menurunkan efisiensi dari protein tersebut.
“Selama minun teh yang dikonsumsi tidak berlebihan konsentrasinya, seharusnya tidak memengaruhi protein ini,” kata Inge.
Sementara itu, dilansir dari Healthline, tanin merupakan sekelompok senyawa yang ditemukan di dalam teh. Jenis ini termasuk ke dalam kelompok senyawa yang lebih besar yang disebut polifenol.
Tanin dikenal dengan rasa yang berbeda dan sifat kimia yang menarik. Secara alami, tanin ditemukan dalam berbagai tanaman yang bisa dimakan, misalnya kulit pohon, daun, rempah-rempah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah-buahan.
Selain teh, makanan yang mengandung tanin adalah kopi, anggur, dan cokelat.(*)
Editor : Nur Komalasari






