Indonesiadaily.net – Kondisi anak yang memiliki penyakit tiroid pastinya membuat orang tua resah. Penyakit ini menyerang fungsi metabolisme tubuh yang membuat anak memiliki sejumlah keluhan.
Sebagai informasi, penyakit tiroid atau hipotiroidisme merupakan kondisi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid dalam jumlah cukup. Penyakit tiroid rentan dialami oleh usia anak-anak.
Melansir halodoc, gejala penyakit tiroid pada anak berbeda-beda tergantung pada usianya.
Pada bayi baru lahir, gejala muncul setelah beberapa minggu atau bulan pertama setelah lahir dan seringkali terabaikan. Gejala yang perlu dicurigai yaitu:
Kulit dan putih mata menguning.
Sembelit.
Bayi sulit menyusu.
Kulit terasa dingin.
Tangisan bayi semakin berkurang.
Sulit bernapas atau terlihat sesak napas.
Ubun-ubun kepala berukuran besar.
Ukuran lidah besar.
Gejala penyakit tiroid pada balita dan anak usia sekolah dasar dapat berupa:
Tubuh lebih pendek dari tinggi rata-rata anak seusianya.
Anggota tubuh terlihat lebih kecil atau pendek dari rata-rata.
Gigi permanen tumbuh terlambat.
Mengalami keterlambatan pubertas.
Perkembangan mental sangat lambat.
Detak jantung lambat dari usia rata-rata.
Rambut mudah rontok.
Memiliki fitur wajah yang tampak bengkak.
Cepat merasa lelah.
Sembelit.
Kulit kering.
Remaja
Tanda-tanda penyakit tiroid pada remaja mirip dengan orang dewasa. Namun, gejalanya bisa sulit dikenali. Anak remaja yang mengalami penyakit tiroid sering mengalami gejala fisik berikut:
Penambahan berat badan berlebih.
Pertumbuhan tubuh melambat.
Memiliki tubuh yang pendek.
Terlihat lebih muda dari usia sebenarnya.
Perkembangan payudara lambat.
Terlambat mengalami menstruasi.
Ukuran testis pada anak laki-laki meningkat.
Pubertas tertunda.
Kulit kering.
Memiliki rambut dan kuku yang rapuh.
Sembelit.
Wajah membengkak, suara serak, tiroid lebih besar.
Mengalami nyeri dan kaku pada otot dan persendian.
Remaja dengan penyakit tiroid berpotensi juga mengalami perubahan perilaku yang kurang jelas. Gejala tersebut dapat berupa:
Sering cepat lelah.
Jadi pelupa.
Memiliki masalah suasana hati atau perilaku.
Sulit mencerna pelajaran dan mengerjakan tugas.
Stres.
Sulit berkonsentrasi.
Bisakah Penyakit tiroid pada Anak Ditangani?
Cara terbaik untuk mendiagnosis penyakit ini tergantung pada usia anak dan faktor lainnya. Umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes diagnostik khusus untuk memastikan diagnosa. Tes diagnostik mungkin melibatkan tes darah untuk mengukur hormon tertentu, seperti hormon perangsang tiroid (TSH) atau tiroksin (T4), atau tes pencitraan.
Setelah memastikan diagnosa, dokter akan merencanakan pengobatan. Ada beberapa pilihan pengobatan untuk hipertiroidisme. Perawatan biasanya melibatkan terapi hormon tiroid setiap hari dengan obat yang disebut levothyroxine. Sementara itu dosisnya akan ditentukan oleh dokter, yang tergantung pada berbagai faktor seperti usia anak.
Perawatan untuk bayi baru lahir yang mengalami penyakit ini dapat berhasil jika dimulai dalam bulan pertama kehidupannya. Jika tidak diobati segera, hormon tiroid yang rendah dapat menyebabkan masalah pada sistem saraf atau keterlambatan perkembangan anak.(*)
Editor: Nur Komalasari






