Indonesiadaily.net – Panas ekstrem yang terjadi belakangan di Indonesia membuat daya tahan tubuh menjadi mudah untuk diserang berbagai macam penyakit.
Cuaca di sejumlah wilayah bahkan pernah tercatat mencapai 37 derajat. Kondisi ini tentunya rentan membuat penyakit menyerang tubuh.
Beberapa penelitian mengungkapkan, jika heatstroke merupakan penyakit terkait panas yang paling serius. Itu terjadi ketika tubuh tidak lagi dapat mengontrol suhunya.
Heatstroke dapat menyebabkan cacat permanen hingga kematian jika orang tersebut tidak mendapatkan perawatan darurat. Selain heatstroke, ada beberapa penyakit lain yang mengintai karena cuaca panas.
Berikut beberapa penyakit yang bisa menyerang karena cuaca panas, termasuk heatstroke hingga kulit terbakar seperti dilansir dari Haibunda.
- Heatstroke
Heatstroke terjadi ketika tubuh tidak bisa mengontrol suhunya sehingga menyebabkan komplikasi yang serius. Saat mengalami heatstroke, suhu tubuh naik dengan cepat, mekanisme berkeringat gagal, dan tubuh tidak dapat menjadi dingin.
Suhu tubuh bisa naik hingga 106°F atau sekitar 40 derajat bahkan lebih tinggi hanya dalam waktu 10 hingga 15 menit. Dilansir dari Cleveland Clinic, heatstroke bisa juga disebut sun stroke termasuk bentuk paling parah dari hipertermia atau penyakit yang berhubungan dengan panas.
Heatstroke dapat menyebabkan kerusakan otak, kegagalan organ, hingga kematian. Heatstroke bisa terjadi pada siapa saja, tapi bayi dan lanjut usia memiliki risiko lebih tinggi karena mereka tak bisa mengatur suhu tubuh secara efektif.
- Heat exhaustion
Berbeda dengan heat stroke, heat exhaustion terjadi saat tubuh mengalami dehidrasi berat sehingga tidak bisa mengontrol suhunya.
Saat hal ini terjadi, tubuh tidak mampu mendinginkan diri dengan berkeringat maka mengalami heat exhaustion. Beberapa orang justru mengalami keringat berlebihan tanpa penggantian cairan dan elektrolit yang memadai.
Heat exhaustion akan menyebabkan sakit kepala, pusing, tekanan darah rendah, kelelahan, hingga pingsan.
- Heat cramps
Apa itu heat cramps? Seperti namanya, ini membuat mengalami kram atau kejang otot karena cuaca panas.
Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba, umumnya pada bagian betis, paha, dan bahu. Dilansir dari WebMD, heat cramps tak bisa dipastiakn penyebabnya namun termasuk kondisi yang tidak berbahaya karena dapat hilang dengan sendirinya.
- Sunburn
Sunburn adalah kulit terbakar sinar matahari karena cuaca panas. Ini merupakan reaksi peradangan terhadap radiasi sinar ultraviolet (UV).
Sunburn terjadi karena melanin atau pigmen yang memberi warna pada kulit. Terpapar sinar matahari menyengat dalam waktu lama bisa menyebabkan kulit menjadi merah, bengkak, hingga nyeri.
Berbeda dengan orang yang memiliki melanin lebih banyak mungkin hanya mengalami perubahan kulit menjadi lebih cokelat tidak mengalami sunburn.
- Heat rash
Heat rash dikenal sebagai biang keringat atau miliria. Dilansir dari Mayo Clinic, cuaca panas bisa menyebabkan heat rash pada orang dewasa, tidak hanya menyerang bayi.
Hal ini terjadi ketika keringat terperangkap di kulit. Gejalanya mulai dari lepuh kecil hingga benjolan yang dalam dan meradang. Beberapa bentuk biang keringat sangat gatal.
Biang keringat biasanya hilang begitu kulit menjadi dingin. Bentuk kondisi yang parah mungkin memerlukan perawatan dokter.
Cara melindungi diri dari penyakit karena cuaca panas ekstrem
Mengutip situs World Health Organization (WHO), ada beberapa cara melindungi diri dari penyakit karena cuaca panas, antara lain:
Pindah ke ruangan paling dingin di rumah, terutama siang hari.
Jika tidak memungkinkan untuk menjaga kesejukan rumah, habiskan 2 sampai 3 jam sehari di tempat yang sejuk (seperti gedung umum ber-AC).
Hindari aktivitas fisik yang berat. Jika Bunda harus melakukan aktivitas berat, lakukanlah pada waktu yang paling sejuk, biasanya pagi hari antara pukul 04:00 dan 07:00.(*)
Editor: Nur Komalasari






