Kapan TPPAS Lulut Nambo di Kabupaten Bogor Dioperasikan? Ini Jawaban DLH Jabar

Kondisi TPA Cipayung milik Kota Depok sudah melebihi kapasitas. (M.Yadi/Indonesiadaily.net) 

Indonesiadaily.net  – Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo di Kabupaten Bogor, Jawa Barat belum pasti kapan dioperasikan.
Sebab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat (Jabar) masih menunggu investor.

“Kami sedang mencari investor karena yang beberapa sebelumnya wanprestasi. Saya harus menunggu progres masuknya investor,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar Prima Mayaningtyas saat dihubungi di Depok pada Kamis (4/5/2023).

Bacaan Lainnya

Namun DLH Provinsi Jawa Barat (Jabar) tetap berupaya TPPAS Lulut Nambo dioperasikan karena ada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp60 miliar dari dana APBD Provinsi Jawa Barat di mana dana tersebut untuk pembangunan kontruksi TPPAS Lulut Nambo.

“(PMDN Rp60 miliar) itu hanya untuk konstruksi dengan kapasitas 50 ton per hari, untuk keberlanjutan kita sedang mencari investor,” ungkapnya.

Ia menambahkan jumlah wilayah yang membuat sampah ke TPPAS Lulut Nambo ada empat wilayah antara lain Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Tangerang Selatan.

“(Ada empat wilayah) untuk kapasitas operasi bisa menampung 1.800-2.300
ton per hari,” tuturnya.

Prima Mayaningtyas menuturkan luas lahan TPPAS Lulut Nambo sebesar 55 hektar. Untuk hasil pengolahan sampah di TPPAS yaitu Refuse Derived Fuel (RDF) dan pengomposan.

“Model kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) TPPAS Lulut Nambo yaitu sistem Build Operate Transfer (BOT) dengan jangka waktu kerjasama selama 25 Tahun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Hasbullah Rahmad optimistis Kota Depok bisa membuang sampah ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo.

“(TPPAS) Lulut Nambo 2023 bisa operasional. Optimis mulai buang (sampah) tahun ini,” kata Hasbullah Rahmad, Sabtu di Depok.

Percepatan operasional itu Hasbullah Rahmad yang duduk di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jawa Barat telah mengusulkan dana untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar Rp60 miliar yang mengelola TPPAS Lulut Nambo.

“Terpenting jalan dulu mesinnya untuk operasional (mengelola sampah).  Sudah dipasang (mesinnya) namun belum bisa besar volumenya, belum sesuai target awal,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Bang Has ini terus mendorong percepatan pembuangan sampah untuk meringankan beban Pemerintah Kota Depok dalam penanganan sampah

Kondisi terkini TPA Cipayung sudah melebihi kapasitas dan dinilai akan berdampak pada lingkungan sekitar.

“Saya dewan dari Depok berupaya memaksimalkan percepatan pembuangan sampah ke Nambo. Saya khawatir longsor dan banjir karena (TPA Cipayung) dekat kali,” ungkapnya.

Ia menjelaskan operasional TPPAS Lulut Nambo membutuhkan investasi yang sangat besar. Harga mesin untuk mengelola sampah mahal. Sampah yang dikelola di tempat itu akan dijadikan bahan bakar yaitu briket.

“Diolah jadi briket. Mesin (untuk pengelolaan) harganya mahal dan harus dipesan dari luar negeri,” katanya.

Terkait kouta Kota Depok membuang sampah ke TPPAS Lulut Nambo untuk awal dapat 50 ton perhari.

“Dapat kouta 50 ton tahapan pertama, seiring waktu investasi masuk dan  kapasitas besar kedepan bisa bertambah (kouta buang sampah ke sana) ,” kata Bang Has.

Penulis : M.Yadi
Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *