Indonesiadaily.net – Indonesia menjadi salah satu yang diterjang cuaca panas ekstrem belakangan ini. Penyakit menjadi sangat mudah menghinggapi kamu yang sedang memiliki daya tahan tubuh yang kurang baik. Bukan hanya orang dewasa, anak juga menjadi sangat rentan terkena penyakit.
Membuat si kecil nyaman di rumah menjadi hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah anak terkena penyakit. Namun, bukan berarti karena kondisi ini anak harus terus berada di dalam rumah.
Melansiri dari Haibunda, berikut beberapa cara membuat anak tetap nyaman saat cuaca panas:
- Batasi aktivitas outdoor
Batasi jumlah waktu yang dihabiskan anak di luar rumah bisa membuat mereka tetap nyaman beraktivitas. Cegah anak keluar rumah terutama pada jam 10 pagi hingga jam 4 sore saat temperatur sedang panas-panasnya.
- Perbanyak minum air
Pastikan anak banyak minum air meski mereka tidak merasakan haus. Tak hanya itu, hindari juga memberikan minuman manis atau minuman berkafein untuk menghindari dehidrasi.
- Makanan ringan yang tidak dimasak
Mengonsumsi makanan ringan yang tidak dimasak seperti salad, buah-buahan, dan es loli, adalah cara yang bisa dilakukan untuk menjaga Si Kecil tetap nyaman beraktivitas rumah tidak terasa panas. Hindari memasak dan menyalakan oven agar suhu tidak bertambah panas.
- Pakaian yang longgar
Dandani anak dengan pakaian warna terang dan longgar. Pakaian ini membantu memantulkan sinar matahari dan menjaga anak tetap terasa sejuk.
- Pakai sepatu yang memberi ruang bernafas untuk kaki
Mengenakan alas kaki dengan banyak ruang udara adalah cara yang bagus membantu anak menenangkan diri di saat panas. Misalnya saja seperti sandal dengan tali atau sepatu tenis dengan kaus kaki.
- Bermain air
Nyalakan alat penyiram atau menghabiskan waktu di kolam renang bisa menjadi cara terbaik untuk bersenang-senang di kala cuaca panas. Air akan membantu mendinginkan anak sehingga mereka merasa nyaman.
Pastikan Bunda mengoleskan tabir surya SPF 30 atau lebih setiap dua jam sekali untuk menghindari sengatan matahari. Namun, tabir surya ini tidak dianjurkan untuk bayi berusia di bawah 6 bulan.
(*)
Editor: Nur Komalasari






