Indonesiadaily.net – KB dan TK Nasional Plus (NP) Tunas Global menyinergikan pendidikan dengan orang-orang di sekitar siswanya saat tidak ada di sekolah. Oleh karena itu, pada Jumat 31 Maret 2023, KB dan TK yang berlokasi di Jalan Nusa Indah, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok tersebut mengadakan edukasi kepada pendamping anak.
Dala kegiatan tersebut, yang menjadi narasumbernya adalah Saanih yang juga berada dalam Bidang Pendidikan di Yayasan Mandiri Tunas Global.
Dalam kesempatan tersebut Saanih mengatakan, untuk anak yang orang tuanya bekerja, tentu peran orang pendamping saat di rumah sangat penting. Terutama dalam hal memberikan pendidikan ke anak.
“Oleh karena itu, perlu ada penyamaan persepsi untuk pandangan pendidikan dengan pendamping anak tersebut dengan KB dan TK NP Tunas Global. Sehingga ada sinergi yang baik dengan sekolah,” ucapnya.
Saanih menuturkan, tantangan pendidikan di abad 21 ini ada sebutan istilah 4K. K yang pertama adalah kritis, yakni anak-anak akan mudah mengomentari dan bertanya tentang beberapa hal yang dilihatnya. Lalu ada lagi kreatif, disini anak akan terus melontarkan juga ide-idenya dan ingin terus mengembangkannya. Sedangkan K yang ketiga adalah kerjasama, maksudnya anak-anak dilibatkan dalam berbagai kegiatan di rumah yang sebenarnya bermanfaat untuk menguatkan kemandirian.
“Lalu K yang terakhir adalah komunikatif. Dalam hal ini, anak akan selalu mengajak untuk berbincang tentang beberapa hal. K yang satu ini jangan dihalangin atau dihindari,” jelasnya.
Saanih beranggapan, ada beberapa hal juga yang jadi perhatian untuk orang-orang yang ada di rumah, agar bisa tetap menjadi tempat yang menyenangkan untuk anak. Seperti dengan menjadi rumah tempat bermain anak, karena anak usia dini bermain adalah belajar.
“Orang rumah juga harus memahami kalau peran keluarga sebagai pendidik adalah yang pertama dan utama. Oleh karena itu, harus ada siergi antara sekolah dan keluarga, sehingga ada keterkaitan antara pendidikan yang disampaikan di sekolah serta dengan di rumah,” katanya.
Saanih menjelaskan, tidak ada anak yang memiliki naluri alami untuk nakal, tetapi semua tergantung pada pola asuhnya. Strartegi pengasuhan yang positif di rumah adalah dengan ciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman. Lalu, ciptakan suasana positif yang mendukung proses belajar di rumah dengan disiplin yang positif.
“Lakukan berbagai aktivitas yang edukatif di rumah. Seperti dengan banyak alat-alat permainan yang sebenarnya melatih suatu kemampuan anak,” katanya. (*)
Editor: Pebri Mulya






