Indonesiadaily.net – Smartren Ramadan 1444 Hijriyah di SMAN 6 Depok ditutup dengan kegiatan bakti sosial (baksos) pembagian paket sembako yang dilaksanakan serentak, tidak hanya di sekolah saja, tetapi juga di beberapa titik lainnya, Jumat 14 April 2023.
Kepala SMAN 6 Depok, Siti Faizah mengatakan, kegiatan berbagi ini dilaksanakan di tiga titik, yang pertama diadakan di sekolah dan dibagikan ke masyarakat lingkungan sekitar.
Lalu di titik yang kedua, melibatkan siswa dari OSIS dan Rohis untuk membagikan paket sembako ke panti asuhan langsung. Sedangkan yang ketiga dilakukan oleh siswa dari Rokris dengan berbagi ke gereja.
“Total ada 250 paket yang dibagikan di sekolah dan panti asuhan dalam kegiatan Smartren Ramadan. Sedangkan di gereja ada juga yang diberikan dari siswa Rokris,” ucapnya.
Faizah menuturkan, pembagian sembako tersebut dilakukan secara serentak pada hari Jumat 14 April 2023 pada pukul 14:00 WIB. Paket sembako tersebut adalah hasil dari urunan seikhlasnya dari siswa.
“Ini adalah kegiatan sosial yang bersumber dari siswa, dan sudah menjadi agenda tahunan di SMAN 6 Depok untuk berbagi di bulan Ramadan,” tuturnya.
Sementara itu, untuk Smartren Ramadan, Faizah menjelaskan, kalau kegiatannya diadakan dari 27 Maret sampai 14 April 2023. Tiap harinya siswa mengikuti kegiatan tilawah, salat duha, kultum yang disampaikan oleh siswa untuk siswa. Setelah itu ada kajian tentang akidah dan akhlak yang disampaikan guru, dan ditutup dengan salat Dzuhur berjamaah.
“Siswa juga diberikan buku Ramadan untuk siswa mencatat ceramah saat salat Tarawih dan meminta penceramahnya untuk menandatanganinya,” katanya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Cabang Pendidikan Wilayah II, Arso Budiriyadi yang hadir dalam penutupan Smartren Ramadan di SMAN 6 Depok mengatakan, banyak hal kebaikan tentang keagamaan yang menjadi materinya. Semua itu dengan harapan, siswa bisa memetik kebaikannya dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-harinya kelak.
“Di Smartren ini banyak kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan, seperti Salat Duha, dan semoga itu bsia menjadi kebiasaan setiap harinya setelah bulan Ramadan terlewat,” katanya. (*)
Editor: Pebri Mulya






