Indonesiadaily.net – RMS Titanic adalah sebuah kapal pesiar yang terkenal karena tenggelam pada tanggal 15 April 1912 setelah menabrak gunung es di Samudra Atlantik. Pembuatan kapal Titanic ini dimulai pada tahun 1909 oleh perusahaan kapal Britania Raya, Harland and Wolff di Belfast, Irlandia Utara.
Proses pembuatan kapal Titanic dimulai dengan pembuatan gambar dan rencana desain kapal oleh insinyur naval, Thomas Andrews, yang kemudian akan disetujui oleh manajemen Harland and Wolff. Setelah itu, konstruksi kapal dimulai dengan membuat kerangka utama kapal menggunakan baja dan besi. Pekerjaan konstruksi dilakukan di dalam dok kering di Belfast.
Selama pembuatan kapal, terdapat banyak tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Kapal ini memiliki dimensi yang sangat besar dan memerlukan sekitar 3.000 pekerja selama tiga tahun untuk menyelesaikan konstruksi. Selain itu, konstruksi kapal ini juga harus memenuhi standar keselamatan yang sangat tinggi.
Kapal Titanic memiliki panjang sekitar 269 meter, lebar sekitar 28 meter, dan berat sekitar 46.000 ton. Kapal ini juga dilengkapi dengan banyak fasilitas mewah, seperti kolam renang, ruang makan, dan ruang kamar yang nyaman. Kapal ini juga dilengkapi dengan teknologi terbaru, seperti sistem telegraf nirkabel dan sistem kemudi listrik.
Setelah selesai dibangun, kapal ini melakukan uji coba pada awal April 1912 dan dinyatakan layak untuk berlayar. Titanic kemudian berangkat pada tanggal 10 April 1912 dari Southampton, Inggris dengan tujuan New York City di Amerika Serikat.
Namun, pada tanggal 14 April 1912, kapal ini menabrak gunung es di Samudra Atlantik dan tenggelam. Tragedi ini menewaskan lebih dari 1.500 penumpang dan awak kapal. Kapal ini tetap menjadi salah satu tragedi maritim paling terkenal dalam sejarah dan memicu perubahan signifikan dalam standar keselamatan kapal laut.
Kapal Titanic tenggelam pada tanggal 15 April 1912 setelah menabrak gunung es di Samudra Atlantik. Pada malam sebelumnya, tanggal 14 April 1912, kapal Titanic sedang dalam pelayaran dari Southampton, Inggris menuju New York City di Amerika Serikat.
Pukul 23.40 waktu setempat, ketika kapal Titanic sedang berlayar di sekitar 600 km sebelah selatan Newfoundland, Kanada, kapal ini menabrak gunung es. Meskipun kapal ini dirancang untuk tetap mengapung bahkan jika beberapa ruang muatan terisi air, namun tabrakan dengan gunung es ini merusak banyak bagian di sisi kiri kapal.
Kapal Titanic mulai terisi air dan sistem kemudi mulai tidak berfungsi. Kapal ini tidak memiliki cukup sekoci untuk semua penumpang dan awak kapal, sehingga kepanikan mulai terjadi di kapal tersebut. Sekitar dua jam setelah tabrakan, kapal Titanic mulai tenggelam dan terbelah menjadi dua bagian. Sebagian besar penumpang yang masih berada di atas kapal terpaksa melompat ke laut, yang suhunya hanya sekitar -2 °C, dan memakai jaket pelampung yang tersedia.
Sekitar 705 orang berhasil diselamatkan oleh kapal lain yang datang membantu, seperti RMS Carpathia, yang tiba sekitar empat jam setelah kapal Titanic tenggelam. Namun, lebih dari 1.500 penumpang dan awak kapal dinyatakan tewas dalam bencana ini.
Tragedi ini menjadi salah satu bencana maritim paling terkenal dan memicu perubahan signifikan dalam standar keselamatan kapal laut. Setelah tenggelamnya kapal Titanic, standar keselamatan kapal laut ditingkatkan, termasuk penambahan sekoci yang cukup untuk semua penumpang dan awak kapal, serta pengaturan keamanan yang lebih baik di ruang mesin. (*)
Editor: Pebri Mulya






