Indonesiadaily.net – Mochtar Lubis (1922-2004) adalah seorang penulis, wartawan, dan aktivis Indonesia yang diakui secara internasional. Berikut adalah profil, sejarah, dan karya terkenal dari Mochtar Lubis:
Profil:
- Lahir pada 7 Maret 1922 di Padang, Sumatera Barat, Indonesia
- Merupakan anak bungsu dari 9 bersaudara
- Menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas di Padang
- Tidak meneruskan pendidikannya ke universitas karena keluarganya tidak mampu membiayai
- Mulai berkarir sebagai wartawan pada tahun 1943 di surat kabar Pemandangan di Jakarta
- Mendirikan surat kabar Indonesia Raya pada tahun 1949 dan menjadi redaktur kepala hingga surat kabar tersebut ditutup pada tahun 1954
- Aktif di berbagai organisasi dan gerakan sosial seperti Gerakan Non Blok, Liga Jurnalis Indonesia, dan Perhimpunan Pers Nasional Indonesia
- Meninggal pada 19 Juli 2004 di Jakarta, Indonesia
Pada tahun 1965, Mochtar Lubis ditangkap dan dipenjarakan oleh pemerintah Indonesia pada masa Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto. Ia dituduh terlibat dalam konspirasi untuk menggulingkan pemerintah dan diancam hukuman mati. Namun, tidak ada bukti yang kuat untuk mendukung tuduhan tersebut.
Selama masa penahanannya, Mochtar Lubis mengalami berbagai macam penyiksaan dan perlakuan yang tidak manusiawi oleh aparat keamanan. Meskipun demikian, ia tidak menyerah dan terus menulis di dalam selnya menggunakan potongan-potongan kertas yang ia dapatkan dari bungkus rokok. Ia menulis tentang kondisi penjara, kebebasan pers, dan hak asasi manusia.
Setelah 9 bulan ditahan, Mochtar Lubis akhirnya dibebaskan dari penjara. Ia kemudian menulis sebuah buku berjudul “Jalan Tak Ada Ujung” yang menceritakan pengalaman dan penderitaannya selama masa penahanannya. Buku tersebut dianggap sebagai karya sastra Indonesia yang penting dan diakui secara internasional.
Meskipun mengalami banyak kesulitan dan rintangan dalam hidupnya, Mochtar Lubis tetap gigih dan tekun dalam mengejar cita-citanya. Ia terus berjuang untuk kebebasan pers dan hak asasi manusia, serta memberikan sumbangsih besar dalam perkembangan sastra Indonesia. Ia meninggal pada tahun 2004, tetapi warisannya masih dikenang dan dihormati oleh banyak orang di Indonesia dan di seluruh dunia.
Karya terkenal:
- Tanah Gersang (1950)
- Harimau! Harimau! (1975)
- Senja di Jakarta (1963)
- Indonesia: A World in Fragments (1999)
- Kronik Betawi (1970)
- Jalan Tak Ada Ujung (1982)
- Rengasdengklok: The Indonesian Revolution and the Dawn of Independence (2015, diterbitkan secara anumerta)
- Cerita dari Jakarta: Sekumpulan Cerpen (2000)
- Saat Berharga untuk Anak Bangsa (2001)
Editor: Pebri Mulya






