Indonesiadaily.net – Peringatan Peristiwa Serangan Umum di Yogyakarta merupakan peringatan atas peristiwa penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Berikut adalah sejarah lengkapnya:
Pada tanggal 1 Maret 1949, Belanda melancarkan serangan besar-besaran yang dikenal dengan nama Serangan Umum di Yogyakarta. Serangan tersebut dilakukan untuk mengambil alih kota Yogyakarta yang pada saat itu menjadi ibu kota sementara Republik Indonesia.
Serangan ini dipimpin oleh Jenderal Simon Hendrik Spoor, komandan Tentara Kerajaan Belanda di Indonesia. Belanda menyerang dengan menggunakan kekuatan besar, termasuk 5.000 prajurit, 75 tank, dan 60 pesawat. Di sisi lain, pasukan Republik Indonesia hanya terdiri dari 2.000 prajurit yang dipimpin oleh Mayor Kusno Sudarno.
Pasukan Belanda berhasil masuk ke kota Yogyakarta pada tanggal 1 Maret 1949 dan berhasil menangkap Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, serta beberapa menteri dan pejabat pemerintah. Pasukan Republik Indonesia melakukan perlawanan sengit, namun pasukan Belanda terlalu kuat.
Peristiwa Serangan Umum di Yogyakarta berakhir pada tanggal 5 Maret 1949, ketika pasukan Republik Indonesia akhirnya mengakui kekalahan mereka. Akibat serangan ini, banyak korban jiwa dari kedua belah pihak, termasuk warga sipil.
Peristiwa ini sangat penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia karena menunjukkan kegigihan dan keteguhan bangsa Indonesia dalam menghadapi agresi militer Belanda. Selain itu, peristiwa ini juga memperlihatkan keberanian para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara.
Untuk memperingati peristiwa ini, setiap tahun pada tanggal 1 Maret, diadakan upacara peringatan di Yogyakarta. Upacara tersebut dihadiri oleh pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan veteran perang kemerdekaan. Selain itu, diadakan juga serangkaian kegiatan seperti pameran foto, diskusi, dan seminar tentang peristiwa Serangan Umum di Yogyakarta. (*)
Editor : Pebri Mulya






