Bagaimana Vladimir Putin Bisa Terpilih Sebagai Presiden Rusia?

Vladimir putin terpilih presiden rusia
Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Indonesiadaily.net – Pada tahun 1999, Presiden Rusia Boris Yeltsin mengumumkan pengunduran dirinya dan menunjuk Perdana Menteri Vladimir Putin sebagai penggantinya. Putin pada saat itu masih relatif tidak dikenal di kalangan publik, namun sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Keamanan Federal Rusia (FSB), suksesor dari KGB, dan juga sebagai Wakil Walikota St. Petersburg.

Setelah ditunjuk sebagai Presiden sementara, Vladimir Putin kemudian maju sebagai calon dalam Pemilihan Presiden Rusia pada tahun 2000. Ia mampu meraih dukungan kuat dari partai-partai politik yang berpengaruh, media, dan sejumlah tokoh politik terkemuka di Rusia.

Bacaan Lainnya

Putin berhasil memenangkan pemilihan presiden dengan kemenangan telak, meraih lebih dari 50% suara. Kemenangan ini membawanya ke kekuasaan sebagai Presiden Rusia yang sah. Selama masa jabatannya sebagai presiden, Putin menerapkan program-program reformasi ekonomi dan politik yang mengubah wajah Rusia. Beberapa kebijakan yang dilaksanakan antara lain reformasi pajak, pembatasan korupsi, pengembangan sektor energi, dan pembangunan infrastruktur.

Selama kepemimpinannya, Putin juga mempertahankan kontrol negara terhadap sektor energi dan media, serta menempatkan pengawasan yang ketat terhadap oposisi politik dan kelompok-kelompok masyarakat sipil. Hal ini membuatnya menjadi sosok yang kontroversial di mata sejumlah pihak namun tetap menjadi terkenal.

Namun, Putin juga memiliki popularitas yang tinggi di kalangan rakyat Rusia, terutama karena dianggap berhasil mengembalikan kekuatan dan status Rusia sebagai negara besar di panggung internasional. Selain itu, ia juga dikenal sebagai sosok yang tegas dan kuat dalam mengatasi masalah keamanan nasional, termasuk perang melawan terorisme.

Setelah menjabat sebagai Presiden selama dua periode, Putin memilih untuk tidak mencalonkan diri lagi pada Pemilihan Presiden tahun 2008 dan menunjuk Dmitry Medvedev sebagai penggantinya. Namun, setelah Medvedev menjabat selama satu periode, Putin kembali mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden tahun 2012 dan kembali terpilih sebagai Presiden Rusia. Ia kemudian terus memimpin Rusia hingga saat ini, meskipun sering dikritik oleh beberapa pihak karena kebijakan-kebijakan yang dianggap otoriter dan melanggar hak asasi manusia. (*)

 

Editor: Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *