Indonesiadaily.net – Perut kembung adalah sebuah kondisi yang terjadi ketika saluran gastrointestinal (GI) terisi dengan udara atau gas. Biasanya, orang-orang akan menggambarkan keadaan ini dengan merasa “penuh”. Perut terlihat membuncit, keras, dan mungkin akan terasa nyeri. Untuk mengetahui penyebab dan obat untuk mengatasi perut kembung lebih dalam, simak paparan berikut ini.
Ketika perut terasa nyeri,sering bersendawa dan perut gemuruh memang sangat mengganggu dan bisa dialami siapa saja termasuk anak-anak. Lalu mengapa perut bisa kembung? Ternyata ada beberapa alasannya.
Gas adalah penyebab kembung yang paling umum, terutama setelah makan. Ini disebabkan karena gas menumpuk di saluran pencernaan saat makanan yang tidak tercerna dipecah atau saat kita menelan udara.
Perlu diingat, semua orang akan menelan udara saat makan atau minum. Namun, ada beberapa orang yang dapat menelan udara lebih banyak dibanding orang lain, terutama jika melakukan beberapa hal berikut makan atau minum terlalu cepat, mengunyah permen karet, merokok, memakai gigi palsu yang longgar. Selain itu, pengosongan lambung yang tertunda akibat transportasi gas yang lambat juga dapat menyebabkan kembung dan distensi perut.
Penyebab medis perut kembung juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi medis. Berikut contohnya sindrom iritasi usus besar (IBS), penyakit radang usus, seperti kolitis ulserativa atau penyakit Crohn. Gangguan gastrointestinal fungsional lainnya (FGIDs), maag, intoleransi makanan, penambahan berat badan, fluks hormonal (terutama untuk wanita); giardiasis (infeksi parasit usus), gangguan makan seperti anoreksia nervosa atau bulimia nervosa, faktor kesehatan mental seperti stres, kecemasan, depresi.
Kondisi di atas juga menyebabkan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap gas dan kembung, seperti pertumbuhan berlebih atau kekurangan bakteri dalam saluran GI, akumulasi gas, motilitas usus yang berubah, gangguan transit gas, refleks perut yang tidak normal, hipersensitivitas visceral (perasaan kembung pada perubahan tubuh kecil atau bahkan normal), malabsorpsi makanan dan karbohidrat, dan sembelit.
Selain karena medis dan gas, perut kembung juga bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi kronis, antara lain
akumulasi cairan patologis di rongga perut (asites) akibat kanker (misalnya, kanker ovarium), penyakit hati, gagal ginjal, atau gagal jantung kongestif, penyakit celiac, atau sensitivitas gluten non-celiac, insufisiensi pankreas, yaitu gangguan pencernaan karena pankreas tidak dapat menghasilkan enzim pencernaan yang cukup, perforasi saluran GI dengan keluarnya gas, bakteri saluran GI normal, dan isi lainnya ke dalam rongga perut.
Perut kembung dapat dicegah dan diatasi dengan beberapa cara, seperti berikut ini perubahan gaya hidup. Umumnya, gejala perut kembung dapat dikurangi atau dicegah dengan melakukan beberapa perubahan gaya hidup sederhana seperti menurunkan berat badan. Lalu untuk mengurangi terlalu banyak udara yang masuk, kita dapat melakukan beberapa hal berikut. Hindari mengunyah permen karet yang dapat menyebabkan kita menelan lebih banyak udara, dan dapat menyebabkan kembung, batasi asupan minuman berkarbonasi, hindari makanan yang menyebabkan gas, seperti sayuran dalam keluarga kubis, kacang kering, dan lentil. Makan perlahan dan hindari minum melalui sedotan. Gunakan produk susu bebas laktosa. Probiotik juga dapat membantu mengisi kembali bakteri usus yang sehat. Kita bisa menemukannya dalam kefir dan yogurt Yunani. Obat-obatan.
Jika perubahan gaya hidup dan diet tidak meredakan perut kembung, segera bicarakan dengan dokter. Apabila dokter menemukan penyebab medis pada perut kembung kita, mereka mungkin merekomendasikan perawatan medis, yang mungkin memerlukan antibiotik, antispasmodik, atau antidepresan.(*)
Editor: Nur Komalasari






