Sakit Gigi pada Anak, Begini Cara Penanganan yang Tepat

Ilustrasi sakit gigi pada anak. (Pixabay)

Indonesiadaily.net – Anak-anak yang mengalami gigi berlubang membuat mereka memiliki sejumlah keluhan. Mulai dari sulit untuk makan, hingga rewel dan keluhan lainnya.

Gejala gigi berlubang biasanya menjadi keluhan pada anak-anak setelah mereka mengonsumsi makanan manis berlebih namun tidak sering untuk membersihkannya.

Bacaan Lainnya

Melansir dari Halodoc, permukaan gigi normalnya ditutupi dengan plak. Jika Si Kecil memiliki kebiasaan jarang menyikat gigi, bakteri anak menumpuk pada plak gigi dan menghasilkan asam yang dapat mengikis mineral dari permukaan gigi (disebut enamel).

Di sisi lain, air liur (dikenal sebagai saliva) yang terdiri dari kalsium dan fosfat bertugas untuk menetralisir dan mencegah asam tersebut menghilangkan mineral gigi. Namun, saliva membutuhkan waktu lama untuk melakukan tugasnya. Sehingga jika Si Kecil terus-menerus konsumsi makanan manis, saliva tidak dapat melakukan tugasnya secara maksimal.

Apa dampaknya? Mineral pada permukaan gigi semakin berkurang, ditandai dengan munculnya bintik putih pada gigi. Jika mineral yang hilang tidak digantikan (misalnya dengan menggunakan pasta gigi mengandung fluoride), permukaan gigi semakin melemah dan hancur, membentuk sebuah lubang pada gigi.

Perawatan gigi berlubang disesuaikan dengan gejala, usia, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan Si Kecil. Secara umum, gigi berlubang pada anak diatasi dengan prosedur tambal gigi. Berikut ini jenis tambalan yang dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang pada anak, yaitu:

Amalgam, jenis tambalan gigi yang terbuat dari campuran perak, timah, tembaga, dan merkuri. Biasanya jenis tambalan ini digunakan untuk memperbaiki gigi geraham bagian belakang.

Komposit resin. Tambahan gigi jenis ini terbuat dari campuran partikel plastik dan kaca halus silikon dioksida. Dokter membuat dan mengirim hasil cetakan kerangka gigi ke laboratorium terlebih dahulu, tujuannya untuk membuat isi cetakan gigi yang berlubang atau rusak.

Emas kuning. Tambalan gigi yang terbuat dari paduan emas dicampur logam. Tambalan gigi ini mampu menahan kekuatan mengunyah makanan yang teksturnya keras dan tebal.

Logam dan porselen. Kedua bahan ini digunakan untuk memperbaiki seluruh bagian gigi, termasuk untuk prosedur veneer gigi, implan, dan kawat gigi.

Selain tambal gigi, pola makan Si Kecil perlu diperhatikan agar gigi berlubang tidak semakin parah. Hindari makanan yang memicu gigi berlubang, terutama makanan yang mengandung gula. Pastikan juga Si Kecil rutin menyikat gigi, setidaknya dua kali sehari, untuk memastikan giginya dalam keadaan bersih dan sehat. Bawa juga Si Kecil ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk mendeteksi masalah pada gigi sejak dini.(*)

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *