Ortu Wajib Tau! Ini Dampak Screen Time Berlebih pada Anak Berikut Cara Atasinya

Indonesiadaily.net – Pandemi telah banyak memberikan perubahan pada kebiasaan anak. Banyak orang tua mungkin telah membiasakan anak mereka berlama-lama di depan layar gawai, alhasil hal ini membuat screen time anak berlebih.

Padahal, banyak dampak kesehatan bagi anak ketika berlama-lama di depan layar gadget. Tentunya hal ini membuat orang tua harus lebih memerhatikan hal ini pada anak.

Bacaan Lainnya

Melansir dari id.theasianparent.com, anak usia 2-5 tahun disarankan mengakses gawai hanya satu jam per hari. Serta anak di atas usia 6 tahun boleh bermain gawai dengan pembatasan waktu yang disepakati bersama orangtuanya. Misalnya, hanya dua jam per harinya.

Lantas, sebenarnya kenapa screen time atau penggunaan gawai pada anak perlu dibatasi? Apa saja dampaknya? Melansir berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya.

Dampak Screen Time Berlebihan pada Anak yang Perlu Diwaspadai

1. Anak Lebih Mudah Stres
dampak screen time berlebihan

Ketika anak diberikan screen time tanpa batas, maka secara tidak langsung kegiatan tersebut bisa menimbulkan candu. Kecanduan ini juga pada akhirnya membuat anak bisa mengalami berbagai masalah seperti kurang tidur, atau menjadi lebih mudah stres ketika ia harus lepas dengan gawainya saat melakukan aktivitas lain.

2. Tidak Baik bagi Kesehatan Mata, Termasuk Dampak Screen Time Berlebihan
dampak screen time berlebihan

Berlebihan di depan layar gawai juga tidak baik bagi kesehatan mata si kecil bahkan bisa meningkatkan risiko rabun jauh atau miopia. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Tay Su Ann, konsultan bagian Pediatric Ophthalmology and Adult Strabismus Service di Singapore National Eye Center.

Mengutip laman Halodoc, Tay Su Ann menjelaskan bahwa saat menggunakan ponsel atau gawai, mata anak sangat dengan dengan objek dan aktivitas itu berkaitan erat atau dapat meningkatkan risiko rabun jauh.

Adapun rabun jauh yang dialami oleh anak juga dikhawatirkan memburuk di kemudian hari. Pasalnya, tidak hanya rabun jauh, mata juga dapat mengalami konvergensi atau insufiensi akomodatif yang menyebabkan beberapa gejala. Seperti, mata jadi lebih mudah lelah, bisa mengarah juga pada penglihatan ganda atau gangguan mata silinder.

3. Meningkatnya Risiko Obesitas

Menurut studi yang ditulis oleh Neza Stiglic dari UCL Institute of Child Health, London, Inggris, terlalu banyak screen time juga bisa menimbulkan risiko obesitas kepada si kecil. Anak jadi kurang mendapat stimulasi berupa aktivitas fisik yang berisiko menyebabkan peningkatan berat badan dan akhirnya mengarah pada obesitas.

4. Dampak Screen Time Berlebihan Dapat Meningkatkan Risiko Kecanduan

Seperti yang sudah dijelaskan, screen time tanpa batas pada anak berisiko membuat ia kecanduan. Hal ini pada akhirnya juga bisa meningkatkan risiko si kecil mengalami gangguan perilaku dan masalah mental seperti anak tidak memiliki kemampuan bersosialisasi dengan baik, bersikap agresif, psikosis, hingga depresi.

5. Berbahaya bagi Otak dan Tumbuh Kembang Anak

Screen time berlebihan pada si kecil juga bisa menimbulkan dampak berupa masalah kurang tidur. Mengutip laman Kompas, Dokter Spesialis Anak Catharina Mayung Sambo menjelaskan bahwa kurang tidur akibat screen time yang tidak dibatasi juga bisa menyebabkan gangguan pada otak dan tumbuh kembangnya.

“Pola tidur yang terganggu akibatscreen time berlebihan bisa membuat anak lebih rewel, memori otak menurun, kurang bisa berkonsetrasi, sehingga hal ini juga bisa mengarah keada gangguan tumbuh kembang. Terlebih jika anak sudah terpapar gawai secara berlebih di usia 2-3 tahun,” ungkapnya.

6. Dampak Screen Time Berlebihan Membuat Anak Menjadi Malas Berpikir

Gawai tentunya punya banyak fitur canggih yang bisa mempermudah kebutuhan. Namun, apabila digunakan berlebih terutama oleh anak-anak, ini bisa menimbulkan efek tidak baik baginya.

Melalui gawai, Anda jadi lebih mudah mengakses suatu informasi atau fasilitas tanpa batas yang terbilang praktis. Semua tersedia di sana.

Lantaran fasilitas sudah tersedia, maka hal ini berisiko membuat anak malas berpikir. Ia juga jadi malas berimajinasi atau menyelesaikan masalah sendiri dengan caranya. Hal ini pun berpotensi membuat kreativitas anak menurun.

7. Mengalami Masalah Kesehatan Tertentu

Terlalu lama screen time terutama bermain game, bisa juga meningkatkan risiko masalah kesehatan tertentu. Misalnya, tangan anak menjadi sakit karena kerap memencet tombol sama berulang kali dengan posisi tangan yang tak berubah.

Jika dilakukan secara berulang atau berlebihan, aktivitas ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti carpal tunnel syndrome. Ini merupakan kondisi ketika tangan mengalami sensasi kesemutan, mati rasa, nyeri, bahkan lemah.

8. Kemampuan Bersosialisasi Berkurang dan Hilangnya Empati

Anak cenderung akan asik sendiri dengan gawainya, sehingga kemauan untuk berinteraksi dengan orang lain bisa saja berkurang. Terlebih jika screen time yang ia miliki tanpa batasan. Ketika anak sudah kecanduan, hal ini pun berpotensi membuat anak menjadi antisosial, kemampuan bersosialisasi kurang, hilangnya empati, dan sebagainya.

9. Adanya Gangguan Tumbuh Kembang

Selain bisa mengakibatkan masalah malas berpikir atau kurang fokus, screen time berlebih pada anak juga bisa menghambat kemampuan kognitifnya. Terlebih jika ia sudah terpapar gawai sejak usia 1-3 tahun saat otaknya masih sangat sensitif dan dipengaruhi lingkungan sekitar. Berada di depan layar gawai tanpa batas pada anak juga bisa mengganggu perkembangan motorik dan sensorik anak.

Tips Membatasi Screen Time untuk Anak

Nah, agar dampak tersebut tidak terjadi, ada beberapa hal yang perlu Parents perhatikan dan pertimbangkan sebelum memberikan akses gawai kepada si kecil. Beberapa tips membatasi screen time pada anak yang bisa dilakukan di antaranya:

Anda dianjurkan untuk tidak memberikan akses gawai kepada anak di bawah 2 tahun.
Terapkan aturan durasi main gawai kepada anak sesuai usianya. Karena di masa pandemi ini ada kegiatanschool from home, ajarkan anak juga untuk membagi waktu kapan memakai gawai untuk belajar, dan kapan menggunakannya sebagai sarana hiburan.

Buat waktu khusus untuk quality time bareng keluarga tanpa gawai apa pun dan lakukan aktivitas seru dengan si kecil sebagai pengganti. Anda perlu menjadi contoh baik bagi anak karena ia cenderung meniru perilaku atau kebiasaan orangtuanya.(*)

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *