Orang Tua Wajib Tahu! Ini Ciri Anak Alami Tantrum Berlebih yang Pengaruhi Perkembangan

Tantrum pada orang dewasa (istimewa)

Indonesiadaily.net – Orang tua mungkin kesulitan untuk menghadapi anak yang tantrum. Kondisi ini biasanya akan terjadi beberapa kali dalam sebulan. Orang tua wajib mengetahui penyebab dan berapa kali jumlah yang wajar anak tantrum dalam satu bulan.

Tantrum biasanya terjadi karena luapan emosi. Anak akan mengekspresikan luapan emosi itu dengan cara marah, menangis, hingga mengamuk dan membanting barang. Ada saatnya dimana anak yang tantrum telah melewati batas dan merupakan tanda anak mengalami masalah pada pekembangannya.

Bacaan Lainnya

Berikut ini berapa ciri anak mengalami tantrum yang berlebihan seperti dilansir dari Halodoc:

1.Mengamuk Terlalu Lama

Pada anak yang normal, ia akan mengamuk selama 20-30 detik saja pada 1 jam pertama dan periode tantrum selanjutnya. Namun, jika ada masalah pada kesehatan mental Si Kecil, ia bisa mengamuk selama 25 menit dan tak berhenti. Begitu pula di periode berikutnya. Tentu saja, ini adalah salah satu tanda yang tidak wajar.

2.Terlalu Sering

Coba perhatikan dan hitung, berapa kali anak mengamuk dalam satu bulan. Jika ia mengalaminya 10-20 kali, atau lebih dari 5 kali dalam sehari selama beberapa hari berturut-turut, kemungkinan itu bukan hal yang wajar.

3.Melukai Diri Sendiri

Jika anak tantrum hingga melukai dirinya sendiri, seperti menggigit atau membenturkan kepala ke dinding, tentu itu juga sudah melewati batas wajar. Kemungkinan besar ia mengalami masalah kesehatan mental tertentu, dan butuh penanganan dari ahlinya.

4.Menyakiti Orang Lain di Sekitar

Mengamuk hingga berguling-guling di lantai mungkin biasa dilakukan anak yang sedang tantrum. Namun, jika sudah sampai menyakiti orang lain di sekitar, seperti menendang, memukul, atau mencakar, tentu ini sudah kelewat batas.

5.Tidak Mampu Menenangkan Diri Sendiri

Episode tantrum yang normal biasanya akan mereda dengan sendirinya, karena perlahan anak bisa menenangkan diri sendiri. Terutama jika orangtua tidak menuruti keinginan anak. Namun, jika anak tidak mampu menenangkan diri, mengamuk berlebihan, atau justru menjadikannya kebiasaan setiap ingin sesuatu, itu tentu sudah tidak wajar.

Bagaimana Jika Tantrum Anak Melewati Batas Wajar?

Jika ternyata kebiasaan tantrum anak sudah melewati batas wajar, apa yang harus dilakukan orangtua? Pertama, cobalah bicarakan pada anak ketika ia sedang tenang, bahwa kebiasaannya itu tidak baik. Teruslah ingatkan anak tentang hal itu, hingga ia paham, dan beri solusi terbaik.

Misalnya, beritahu anak untuk tarik napas dalam-dalam saat mulai emosi, dan utarakan semua keinginannya pelan-pelan pada orangtua. Beritahu bahwa kamu sebagai orangtua akan selalu mendengarkan perkataannya, jika ia bicara baik-baik. Sebaliknya, jika ia malah marah dan mengamuk ketika ingin sesuatu, beritahu anak bahwa cara itu tidak akan berhasil.

Jika mengamuk pada anak tak kunjung hilang setelah melakukan berbagai upaya, dan kamu sebagai orangtua merasa sudah tidak lagi mampu menanganinya, mintalah bantuan ahli. Bicarakan pada psikolog anak, untuk meminta saran terbaik, sekaligus mencari tahu apa penyebab tantrum tak wajar yang dilakukan anak.(*)

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *