Indonesiadaily.net – Pernyataan mengejutkan dikeluarkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Erwin Aksa beberapa waktu lalu. Dimana, dia mengungkapkan ada perjanjian utang piutang senilai Rp 50 miliar antara Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno saat Pilkada DKI Jakarta 2017.
Sandiaga Uno pun merespon hal tersebut, namun tidak mau memberikan keterangan lengkap. Dirinya beralasan ingin mempelajari hal tersebut lebih dahulu.
“Saya baca dulu, belum bisa kasih statement,” kata Sandiaga.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gokar, Erwin Aksa mengatakan, soal pentingnya sebuah musyawarah dan perjanjian dalam dunia politik, dan itu berkaitan dengan ideologi Indonesia Pancasila.
“Musyawarah itu tentunya dibekali dengan sebuah komitmen, sebuah perjanjian, apakah perjanjian itu tertulis, apakah tidak tertulis. Namun ada perjanjian, perjanjian moral, perjanjian politik dan sebagainya,” ujar Erwin dalam video yang dibuatnya.
Erwin pun berpesan, agar semua pihak yang ingin berkontestasi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, harus mengingat apakah ada perjanjian di kontestasi politik sebelumnya yang belum direalisasikan. Karena itu bisa menjadi masalah.
“Oleh karena itu saya kira semua teman-teman yang ingin berkontestasi dalam Pilpres mendatang, tentu harus berkaca lagi ke belakang apakah ada perjanjian itu. Apakah ada perjanjian moral, perjanjian politik, termasuk perjanjian utang piutang antara A dan si B,” kata dia.
“Sehingga kita harus merefleksikan dulu ke belakang, jangan sampai ada perjanjian tersebut kemudian ada yang disclaimer, disclaimer itu ada yang membuka ke publik. Itu bahaya,” dia menambahkan.
Erwin juga menyinggung kepada para politikus agar tidak mudah melupakan pengorbanan seseorang dalam dunia politik mereka.
“Saya mengingatkan kepada teman-teman yang masih muda, yang masih punya potensi masa depan, kemudian melupakan sejarah, melupakan siapa yang mejadikan, siapa yang membuat dia berhasil, tentunya ada campur tangan manusia, tentunya Tuhan memberikan kesempatan itu,” kata dia.
Maka dari itu, Erwin menyebut pentingnya menjaga kepercayaan seseorang.
“Oleh karena itu saya juga sebagai pelaku usaha, jagalah kepercayaan, karena kepercayaan itu nomer satu. Karena kalau kita tidak dipercaya, tidak mungkin kita mendapatkan pinjaman, tidak bisa bergaul dengan teman-temab dan tidak mungkin bisa berhasil. Kepercayaan itu harus dijaga, oleh karena itu pemimpin itu harus bisa dipercaya,” Erwin menutup. (*)
Editor : Pebri Mulya






