Indonesiadaily.net – Tahun baru Imlek selalu identik dengan perayaan yang meriah. Berbagai dekorasi Imlek yang berwarna mencolok hingga sajian makanan khas Imlek membuat tradisi tahun baru Imlek kian berkesan.
Ada banyak sekali tradisi unik yang hanya bisa ditemui ketika Tahun Baru Imlek, tidak Cuma unik, perayaan tersebut memiliki makna mendalam.
Dilansir dari Tokopedia.com, intip dan cari tahu lebih banyak makna filosofis dari berbagai tradisi tahun baru Imlek di Indonesia.
Bebersih Rumah Sambut Rezeki dan Keberuntungan
Tradisi Imlek satu ini adalah yang paling umum dilakukan warga Tionghoa. Membersihkan rumah sebelum memasuki hari pertama tahun baru Imlek dipercaya mampu mengundang keberuntungan dan rejeki ke dalam rumah.
Beberapa masyarakat percaya bahwa tanggal 24 bulan 12 pada penanggalan Imlek merupakan tanggal terbaik untuk melakukan bersih-bersih rumah menyambut tahun baru Imlek.
Pesta Kembang Api, Pertunjungan Barongsai, hingga Dekorasi Serba Merah untuk Usir ‘Nian’
Tahun baru Imlek identik juga dengan perayaan yang meriah, mulai dari dekorasi serba merah, pertunjukkan barongsai, hingga pesta kembang api dan petasan. Hal ini ternyata memiliki latar belakang legenda yang panjang.
Zaman dulu, masyarakat di Tiongkok masih mempercayai keberadaan makhluk mitologi ‘Nian’ yang tiap musim semi atau tahun baru Imlek akan keluar dari persembunyiannya di atas gunung atau di dasar lautan untuk mengganggu manusia.
Warna-warna terang seperti warna merah dipercaya bisa menakut-nakuti makhluk ini. Selain itu, suara-suara meriah dari petasan, kembang api, dan juga barongsai juga dipercaya dapat mengusir ‘Nian’.
Tradisi Yu Sheng
Saat tahun baru Imlek tiba, salah satu yang paling ditunggu-tunggu adalah berbagai sajian makanan khas. Salah satu tradisi terkait kuliner Imlek yang unik adalah Yu sheng (yee sang)
Hidangan berupa salad ikan ini berisi berbagai irisan sayur segar dan disantap dengan cara diangkat setinggi-tinggi mungkin menggunakan sumpit sebagai bentuk harapan rejeki dan keberuntungan yang tinggi atau meningkat.
Sajian Makanan
Tradisi makan malam bersama keluarga di tahun baru Imlek adalah tradisi unik lainnya yang biasa ditemui menjelang tahun baru Imlek. Dikatakan unik, karena pada saat malam tahun baru, seluruh keluarga akan berkumpul dan makan 12 macam hidangan yang melambangkan 12 shio yang ada dalam kepercayaan masyarakat Tiongkok.
Selain itu, setiap hidangan ini juga memiliki makna masing-masing seperti Kue Keranjang yang melambangkan kerukunan dalam keluarga hingga Kuo Tie sebagai simbol kemakmuran.
Lukisan dan Puisi Khas Tahun Baru Imlek
Dari sekian banyak dekorasi khas Tahun Baru Imlek, ada beberapa dekorasi khas yang memiliki makna spesial yaitu, ‘Puisi Tahun Baru Imlek’ dan juga ‘Lukisan Tahun Baru Imlek’.
Untuk puisi dan kaligrafi umumnya ditulis dengan tinta hitam atau emas di atas kertas merah, sedangkan untuk lukisan biasanya menggambarkan Dewa Rejeki, Dewa Fu Lu Shou, Suasana Musim Semi dan Musim panen, hingga lukisan-lukisan yang melambangkan shio-shio dalam kepercayaan Tiongkok.
Tradisi Bergadang
orang-orang tua, bergadang dimalam tahun baru Imlek dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan menghargai waktu yang akan datang, sedangkan bagi anak-anak muda hal ini sebagai bentuk harapan agar orang tua mereka memiliki umur yang panjang. (*)






