Indonesiadaily.net – Harganya yang mencapai lebih dari $867 juta 2021, membuat lukisan Mona Lisa menjadi salah satu lukisan termahal di dunia, dan juga paling terkenal.
Leonardo da Vinci, seorang seniman, ilmuwan dan penemu Renaisans Italia yang melukis Mona Lisa pada tahun 1503 hingga 1506 di Florence, Italia.
Lalu apa yang menjadi alasan Lukisan Mona Lisa bisa memiliki popularitas seperti sekarang ini, sehingga memiliki harga yang luar biasa.
Dikutip dari Science ABC, Kamis 5 Januari 2023 da Vinci dalam membuat lukisan tersebut menggunakan beberapa teknik unik dan inovatif.
Lukisan Mona Lisa juga mendefinisikan kembali aturan seni kontemporer pada waktu itu dan metode yang ia gunakan menjadi bagian integral dari kurikulum sekolah seni saat ini.
Salah satu teknik itu bernama sfumato, yang diterjemahkan menjadi ‘tanpa garis atau pembatas, seperti asap’.
Jadi menggunakan rona yang berbeda, sehingg bisa menciptakan ilusi cahaya dan bayangan. Itu menjadi cara yang berbeda dengan seniman yang pada umumnya di kala itu membentuk garis luar.
Penggunaan teknik tersebut pada pembuatan lukisan Mona Lisa ini, pada akhirnya juga membangkitkan minat komunitas seni di Paris dan Leonardo da Vinci pun dielu-elukan sebagai pelopor inovasi seni lukis.
Sedangkan, yang menjadi alasan paling populer sehingga Mona Lisa memiliki daya tarik dan unik, adalah dari senyumannya. Da Vinci menggunakan ilusi optik untuk menciptakan senyuman unik melalui perspektif dan bayangan.
Da Vinci melukis Mona Lisa sedemikian rupa, sehingga mata Mona Lisa langsung fokus ke orang yang melihatnya, sedangkan bibirnya jatuh tepat di bawah batas luar pandangan.
Setiap kali orang melihat mata Mona Lisa, mulutnya masuk ke batas luar pandangan, sehingga fitur wajah mulut agak kurang menonjol. Bersama dengan sedikit tulang pipi, itu membuat mulut terlihat seperti senyuman.
Akan tetapi, begitu pandangan orang tertuju pada senyuman, senyum itu perlahan menghilang, seolah-olah bukan senyuman.
Di sinilah letak keahlian Leonardo da Vinci yang membuat lukisan legendaris ini unik dibandingkan lukisan lain pada masanya. Namun, soal senyuman Mona Lisa itu sendiri masih merupakan teka-teki. Apakah merupakan senyum bahagia, menipu, atau senyum sedih.
Hal ini akhirnya melahirkan pertanyaan selanjutnya, seperti wajah siapa yang menginspirasi lukisan Mona Lisa dan mengapa ia tampak bahagia dan sedih bagi sebagian orang.
Dengan segudang pertanyaan yang belum terjawab, atau mungkin justru terus bertambah, lukisan Mona Lisa tampaknya akan terus dieksplorasi oleh seniman dan akademisi yang tentunya akan mempertahankan kepopulerannya untuk waktu yang sangat lama. (*)
Editor : Pebri Mulya






