Indonesiadaily.net – Film Avatar yang identik dengan makhluk berwarna biru, ternyata sempat ada di dunia nyata. Satu keluarga di Kentucky, Amerika Serikat (AS) terlahir dengan status manusia biru.
Berdasarkan catatan New York Post, kisah keluarga berkulit biru tersebut terjadi pada tahun 1890.
Penelitian mengungkapkan kondisi manusia berkulit biru disebabkan oleh perkawinan sedarah (inscest) dari generasi ke generasi. Tetapi situasi ini sangat langka terjadi.
Penelitian tersebut didasari dari ditemukannya bayi yang punya warna kulit biru merata di tubuhnya saat lahir di tahun 1972.
Bayi bernama Benjamin ” Benjy” Stacy itu diketahui bergenetik orang Kentucky berkulit biru. Mereka sempat dijuluki Smurf dari Kentucky, layaknya film animasi “ Smurf”.
Sebelum itu, keluarga Martin Fugate dan Elizabeth Smith lah yang mirip keluarga Jake Sully dan Neytiri dalam film Avatar Way Of Water.
Mereka terlihat punya warna kulit biru yang tak lazim untuk manusia pada umumnya. Avatar Kuno jadi julukan untuk Blue Fugates.
Para peneliti pun mendalami fenomena unik tersebut. Kisah keluarga berwarna biru itu diterbitkan dalam sebuah artikel berjudul ‘Orang Biru dari Sungai Troublesome’ oleh Cathy Trost dari University of Indiana.
Artikel tahun 1982 yang terbit di majalah Science 82 itu mengungkap penyebab manusia berkulit biru. Cyanotic, atau perubahan warna biru manusia tak lepas dari garis keturunan.
Semua bermula dari keluarga Martin Fugate dan Elizabeth Smith, yang menjadi keluarga berkulit biru pada tahun 1982. Salah satu dari mereka membawa gen methemoglobinemia tersebut. Itu adalah suatu kondisi yang sangat langka yang terjadi ketika sel darah merah mengandung kadar methemoglobin yang tidak normal.
Pernah melihat kulit membengkak dan membiru? Konsep methemoglobin hampir sama yang merupakan bentuk hemoglobin yang tidak dapat membawa oksigen ke jaringan.
Akibat kekurangan oksigenasi ini, penderita seringkali berkulit biru dengan bibir ungu dan darah berwarna cokelat.
Para ahli menyebut gen methemoglobinemia bersifat resesif. Dalam artian warna biru tidak akan mempengaruhi generasi mendatang, kecuali bahwa Fugate mulai menikah dengan klan atau keluarga mereka sendiri.
Berbagai penelitian telah mengungkap pernikahan sedarah punya dampak negatif. Mengutip dari Live Science, kerabat dekat secara genetik memiliki risiko memiliki keturunan dengan peluang hidup yang kecil.
Anak dari pernikahan sedarah berpeluang cacat lahir parah, atau penyakit mental dengan kemungkinan 50 persen.
Sedangkan fenomena Avatar Kuno dari Kentucky itu disebabkan karena faktor geografis. Para ahli mengatakan mereka melakukan inses karena isolasi ekstrim.
Pasalnya sebelum awal abad ke-20, Kentucky Timur tidak memiliki jalan dan rel kereta api sehingga tak ada orang yang bisa mendatanginya.
“Ketika mereka menetap di negara ini saat itu, tidak ada jalan. Sulit untuk keluar, jadi mereka menikah,” kata Dennis Stacy, seorang keturunan Fugate kepada Science 82.
Merekalah Putra Elizabeth dan Martin, Zachariah, menikah dengan bibinya. Keluarga Fugate dibesarkan dengan sepupu lain, serta keturunan dari keluarga lain seperti Combs, Smith, Ritchie, dan Stacy.
Tidak lama kemudian kelompok keluarga manusia biru terbentuk. Sebuah foto yang kini menjadi viral bertanggal awal abad ke-20 menunjukkan Fugates dengan wajah biru yang menakutkan seperti cosplay ” Avatar” kuno. (*)
Editor : Pebri Mulya






