Ini Cara Dapat Beasiswa Kuliah di Arab Saudi, Bisa Gratis Penuh

beasiswa kuliah di Arab Saudi
Ilustrasi bendera Arab Saudi

Indonesiadaily.net – Melanjutkan pendidikan ke luar negeri tidak ada salahnya dilakukan, apalagi jika ditunjang dengan beasiswa. Salah satu negara yang menyediakan beasiswa kuliah di Arab Saudi.

Fasilitas terbaik bukan berarti biaya kuliah di Arab Saudi mahal. Karena, sebenarnya ada banyak beasiswa yang bisa diambil di Arab Saudi.

Bacaan Lainnya

Kementerian Pendidikan Arab Saudi menjadi salah satu jalan untu mendapatkan beasiswa. Dalam laman resminya, Pemerintah Arab Saudi membuka dua jenis beasiswa, yakni beasiswa internal khusus Warga Negara Arab Saudi dan beasiswa eksternal untuk pelajar internasional.

Memang kuota yang disediakan untuk setiap negara berbeda-beda, namun untuk Indonesia jumlahnya cukup banyak yakni mencapai 200 orang setiap tahunnya. Beasiswa ini juga tidak dipungut biaya alias gratis.

Pembukaan beasiswa melalui universitas. Jadi pendaftar cukup mendaftar universitas dan jurusan tujuan terlebih dahulu baru bisa mendaftarkan diri sebagai penerima beasiswa. Pendaftar bisa mendaftarkan diri melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di negara masing-masing.

Terkait jadwal, penerimaan beasiswa mengikuti pendaftaran mahasiswa baru.

Jenis Beasiswa Kuliah Arab Saudi

1. Beasiswa Penuh

Penerima akan mendapatkan bantuan secara penuh mulai dari biaya kuliah, biaya hidup, hingga asrama.

2. Beasiswa Parsial

Penerima beasiswa hanya mendapatkan beberapa manfaat tidak seperti beasiswa penuh. Misalnya tempat tinggal saja atau biaya kuliah saja.

3. Hibah

Cakupan Beasiswa Kuliah Arab Saudi

  1. Biaya kuliah
  2. Tunjangan hidup
  3. Asuransi kesehatan
  4. Tunjangan pada saat kedatangan
  5. Asrama atau tempat tinggal
  6. Tiket pulang pergi tahunan

Syarat Beasiswa Kuliah Arab Saudi

  1. Persyaratan penerimaan yang berlaku di institusi pendidikan tinggi terkait.
  2. Usia pendaftar tidak boleh kurang dari (17) tahun dan tidak lebih dari (25) tahun untuk sarjana dan lembaga pengajaran bahasa Arab atau yang setara, (30) tahun untuk gelar master, dan (35) tahun untuk gelar doktor.
  3. Pendaftar tidak boleh memperoleh beasiswa lain dari lembaga pendidikan di Arab Saudi.
  4. Pemerintah dari negara pendaftar menyetujui pendaftar untuk melanjutkan studi di Arab
  5. Melampirkan sertifikat dan dokumen pendukung sesuai universitas.
  6. Sertifikat tidak adanya preseden dari dinas keamanan di negaranya.
  7. Tidak pernah diberhentikan dari salah satu universitas di Arab.
  8. Lulus pemeriksaan kesehatan

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *