Ciki Ngebul Berbahaya, Novi Anggriani Orang Tua Firewall Pertama Pengawasan Anak

Pemerhati Perempuan dan Anak asal Depok, Novi Anggriani. Istimewa

Indonesiadaily.net – Ciki Ngebul berbahaya dan memakan korban di daerah, karenanya Pemerhati Perempuan dan Anak asal Depok, Novi Anggriani meminta agar orang tua lebih proaktif untuk mengawasi jajanan buah hatinya.

Novi Anggriani pun meminta agar hal tersebut jangan sampai terjadi di kota Depok, di mana pengawasan paling dekat ada di keluarga terutama orang tua.

Bacaan Lainnya

“Jadi perlu adanya peran aktif dari orang tua untuk mengedukasi buah hati mereka terkait jajanan yang aman,” tutur Novi Anggriani, Selasa (17/1).

Peran aktif orang tua, Novi Anggriani melanjutkan, mutlak menjadi fire wall pertama dalam membentengi, mengawasi dan mengedukasi anak-anak mereka akan jajanan yang aman dan sehat.

“Kalau orang tua sudah acuh dan tidak peduli terhadap makanan yang dikonsumsi anak-anak mereka. Ya tidak bisa berjalan pencegahannya,” geram Novi Anggriani.

Selain itu, Novi Anggriani menegaskan, pemerintah pun harus melakukan tindakan preventif di lapangan, seperti sosialisasi jajanan yang tidak layak konsumsi atau berbahaya.

“Tindakan pencegahan sangat penting, jangan sampai timbul korban baru bekerja,” tegas Novi Anggriani yang baru bergabung ke Partai Gerindra ini.

Berdasarkan informasi yang ia dapat, di Depok masih ada pedagang yang menjual jajanan Ciki Ngebul di kota Depok, khususnya di pasar malam.

Inspeksi lapangan dari Dinas Kesehatan bisa memberikan edukasi kepada para pedagang dan konsumen, bahayanya nitrogen pada jajanan Ciki Ngebul.

“Banyak pedagang dan konsumen yang belum tahu bahayanya nitrogen yang terkandung di dalam Ciki ngebul tersebut,” kata Novi Anggriani.

Kemudian, Novi Anggriani menambahkan, Pemkot Depok pun harus memastikan semua jajanan yang beredar baik di sekolah, pasar malam maupun di restoran-restoran atau ditempat lainya harus memenuhi standart nutrisi dan gizi anak yang cukup.

“Jangan sampai ada korban baru bertindak, itu namanya terlambat,” demikian Novi Anggriani menandaskan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *