Indonesiadaily.net – Fase kehidupan yang mulai stabil, kerap diidentikan dengan usia 40 tahun. Dari sisi pendapatan secara ekonomi biasanya sudah ada kenaikan. Namun, seringkali kenaikan pendapatan ekonomi tersebut diiringi dengan kenaikan pengeluaran. Hal itu bisa saja jadi masalah baru jika tak dikelola secara benar.
Simak tips berikut agar kondisi keuangan bisa stabil menjelang usia 40 tahun.
Dalam ilmu psikologi, tahapan usia dewasa manusia dibagi ke dalam tiga tahapan yakni dewasa muda pada 20-40 tahun, dewasa menengah usia 40-60 tahun, dan dewasa lansia saat sudah 60 tahun ke atas. Biasanya pada usia dewasa muda yakni 20 tahun hingga akhir 30 tahunan, seseorang akan sibuk.
1. Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Gaya Hidup
Kebutuhan hidup diartikan sebagai hal-hal dasar yang harus dimiliki seseorang dalam kehidupannya. Sedangkan gaya hidup adalah hal yang diharapkan atau lebih kepada keinginan Meskipun secara terminologi berbeda, tetapi masih banyak orang yang terbalik memperlakukan kedua hal ini. Yang pada ujungnya berakhir pada munculnya masalah finansial.
Oleh karena itu, untuk menghindari masalah finansial dan mewujudkan kondisi keuangan yang lebih stabil, kita perlu melatih diri untuk memahami dan menyadari mana yang benar-benar kebutuhan hidup mana yang sekadar gaya hidup. Penuhi dulu kebutuhan hidupmu.
2. Buat Perencanaan Keuangan yang Realistis dan Logis
Uraikan secara rinci target-target jangka pendek dan jangka panjang. Lakukan penyesuaian dengan target sebelumnya jika ada yang berbeda. Sebaiknya perencanaan disusun secara realistis dan logis.
3. Lakukan Financial Review
Lihat dan hitung kembali pemasukan dan pengeluaran kamu saat ini. Seperti sudah dibahas di atas bahwa biasanya pada masa ini income kamu sudah ada peningkatan. Namun, pengeluaran juga biasanya suka ikut meningkat.
Review kondisi finansial diperlukan untuk melihat kembali apakah semua pos anggaran sudah sesuai dan masih relevan untuk dijalankan pada fase kehidupan ini? Apa yang bisa kita tekan dan apa yang harus kita tambahkan. Ini penting untuk mengukur kemampuan finansial.
4. Penuhi Dana Darurat
Jangan lupa untuk memenuhi dana darurat sebelum beranjak ke investasi. Hal ini penting agar tidak kelimpungan saat kondisi darurat menimpa. Misalnya atap rumah jebol, atau kerusakan lainnya yang penting untuk segera diperbaiki.
Idealnya untuk seseorang yang masih lajang dan tak memiliki tanggungan maka dia perlu mempunyai dana darurat minimal 3x pengeluaran bulanan. Sedangkan yang sudah memiliki 1 tanggungan maka dana darurat yang dimiliki idealnya 6x pengeluaran. Jika terasa berat, mulailah kumpulkan minimal 1x pengeluaran terlebih dahulu.
5. Mulai Kurangi Beban Utang
Meskipun rasanya banyak kebutuhan pengeluaran yang harus dipenuhi, sebaiknya kamu tidak menambah utang baru apalagi yang sifatnya konsumtif. Bahkan jika perlu kamu justru mulai kurangi beban utang.
Banyak pakar keuangan yang menyebutkan sebaiknya pada usia 40 tahun, seseorang hanya punya sisa utang produktif saja seperti untuk KPR, dana usaha, kendaraan. Untuk itu, menjelang usia tersebut ada baiknya kamu mengkaji dan restrukturisasi beban utang kamu saat ini. (*)
Editor : Pebri Mulya






