Miliki Anak Growth Mindset, Orang Tua Wajib Lakukan Ini

Indonesiadaily.net – Proses belajar seorang anak memang tidak bisa dipukul rata. Setiap anak memiliki proses dan cara yang berbeda satu sama lain. Namun, orangtua dan lingkungan sekitar berperan penting agar anak-anak memiliki pola pikir yang bertumbuh (growth mindset). Berikut ini yang bisa dilakukan orangtua agar anak growth mindset.

Terkadang tidak peduli seberapa efektif atau sekeras apapun anak belajar, jika pola pikir bersifat fixed mindset maka performa belajar anak tidak akan maksimal.

Bacaan Lainnya

Fixed mindset merupakan semacam jebakan psikologis ketika seseorang menilai kecerdasan atau kemampuan orang lain sebagai sesuatu yang bersifat “tetap” alias fixed.

Misalnya terdapat satu anak yang berpikir “duh orang ceroboh kayak aku pasti nggak jago matematika.” Pola pikir skeptis seperti ini yang disebut sebagai fixed mindset.

Anak yang mengalami hal ini dianggap sekadar kekurangan motivasi, padahal bisa jadi akar masalah sebenarnya adalah fixed mindset yang menghambat dia untuk berkembang.

Sementara di sisi lain, melansir dari situs resmi Multimedia Nusantara Polytechnic, secara singkat, seseorang disebut memiliki growth mindset apabila percaya pada kemampuan yang dimiliki untuk bisa menjadi lebih baik lagi.

Selain itu, percaya bahwa kesuksesan bergantung pada waktu dan usaha, serta suka menerima tantangan. Orang-orang seperti ini mengerti bahwa kemampuan dirinya bisa dibentuk.

Melansir dari situs resmi Multimedia Nusantara Polytechnic ini hal yang bisa dilakukan orangtua terhadap anak agar memiliki pola growth mindset.

1. Puji setiap proses yang dilakukan

Jangan lupa memberikan penghargaan pada setiap usaha, strategi, dan proses yang dilewati oleh anak.

Akui bahwa ia telah berusaha semaksimal mungkin, walaupun hasilnya masih belum sebaik itu.

2. Berikan rasa percaya diri

Tingkatkan rasa percaya diri anak dengan menunjukkan kepercayaan bahwa ia bisa memiliki masa depan yang baik.

Hal ini bisa diungkapkan melalui kata-kata yang memotivasi seperti, “Aku yakin kamu bisa melewatinya perlahan”.

3  Bukan gagal tapi belajar

Ketika sudah berusaha, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, jangan menganggap hal tersebut sebagai kegagalan. Dalam hidup wajar mengalami kesalahan.

Namun, berpikirlah bahwa ini adalah pelajaran yang membantu anak untuk bisa sukses di masa depan. Selagi masih hidup, hal ini memanglah sebuah fase yang harus dilewati.

4. Keluar dari zona nyaman

Terdapat studi yang memaparkan setiap kali seseorang mendorong dirinya keluar dari zona nyaman untuk belajar suatu hal baru, sel-sel neuron dalam otaknya akan memiliki koneksi yang lebih kuat.

Di lain sisi, bagi yang terus menerus berada pada fixed mindset, dirinya akan lebih sulit menerima pembelajaran baik di sekolah maupun kuliah.

5. Lakukan bukan untuk mencari pengakuan

Tidak perlu menantikan pujian atau pengakuan dari orang lain untuk melakukan sesuatu.
Cukup lakukan apa yang baik dan membuat diri anak bertumbuh. Kuncinya ialah cukup melakukan yang terbaik.

Demikianlah upaya yang dapat orangtua mulai lakukan untuk membantu menumbuh kembangkan growth mindset pada anak. (*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *