Indonesiadaily.net – Malaysia kini sedang mengalami masalah dengan babi. Terutama di kawasan negara bagian Sarawak yang kekurangan daging babi segar.
Dimana, ada wabah demam babi Afrika (ASF) di peternakan-peternakan di kawasan tersebut. Sehingga, warga kekurangan daging tersebut.
“Kekurangan daging babi segar disebabkan setengah dari peternakan di Sarawak terkena ASF. Namun outlet Borneo Pork masih menjualnya dan pasokannya cukup,” ujar Menteri Industri Pangan, Komoditas, dan Pembangunan Daerah, Dato Sri Dr Stephen Rundi Utom.
Sementara itu, Komite Asosiasi Peternak Ternak Sarawak, Ng Siew Thiam menuturkan, sekarang ini ada kekurangan daging babi segar. Hal itu karena pasokan babi hidup dikarenakan banyaknya peternakan babi ditutup karena ASF.
Meski pasokan daging tersebut berkurang, Shiew tidak mengetahui angka pastinya. Meski begitu, kekurangan tersebut tidak akut.
“Kami masih bisa mengatasi permintaan dan pasokan daging babi akan cukup untuk Tahun Baru Imlek mendatang. Pasokan babi hidup terbatas karena ASF yang mengakibatkan berkurangnya populasi babi dan banyak peternak yang menutup peternakannya karena tidak mau mengambil risiko,” katanya.
ASF pernah menjadi wabah besar di sejumlah negara, seperti di tahun 2019 yang mengguncang China hingga membuat inflasi tinggi di negara itu.
Hal sama juga sempat melanda Thailand 2021. Hal itu membuat warga beralih ke daging buaya karena lebih murah.
ASF tidak menular ke manusia. Namun ini bisa menyebabkan kematian babi secara mendadak dan membuat peternak membakar seluruh peternakan untuk menghentikan penyebaran. (*)
Editor : Pebri Mulya






