RR Beberkan Temuan Meningkatnya Rangking PDB Indonesia, Politisi Demokrat Berikan Apresiasi

rizal ramli meningkatnya rangking
Rizal Ramli

Indonesiadaily.net – Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) pada tahun 2022 Indonesia meningkatnya rangking cukup pesat.

Mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli mengulas terkait rangking PDB/GDP Indonesia tahun 2022. Dia berpendapat hal itu sebagai penjelasan yang membuat masyarakat memahami tentang perekonomian dengan cukup jelas, tapi disampaikan secara sederhana.

Bacaan Lainnya

Salah satu pihak yang memberikan apresiasi kepada sosok yang sering disapa dengan akronim namanya, RR, ini adalah politisi sekaligus Anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrat, Benny K. Harman, melalui akun Twitternya, Selasa 14 Novembe 2022.

“Penjelasan yang mencerahkan, logis dan rasional. Rakyat yang semula belum tahu kini menjadi tahu. Yang sebelumnya tidak mengerti sekarang sudah mengerti. Masalah sulit tapi dijelaskan dengan bahasa sederhana,” ujar Benny.

Penjelasan Rizal Ramli terkait dengan meningkatnya rangking PDB/GDP Indonesia disampaikan pula di dalam akun Twitternya Benny pada Minggu 13 November 2022.

Mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) ini menyatakan, kenaikan rangking PDB/GDP Indonesia adalah karena metode perhitungan yang digunakan tak cukup koperhensif dalam menjelaskan keadaan sebenarnya dari perekonomian dalam negeri.

Dia mengurai, saat ini adalah power purchasing parity (PPP) atau Keseimbangan kemampuan berbelanja atau kerap disebut paritas daya beli menjadi tolak ukur yang digunakan pemerintah.

“Benar Indonesia masuk G-20 karena PDB (GDP) pada urutan ke-17 dengan nilai USD 1,29 Trilliun (2022). Dengan ukuran PPP (Power Purchasing Parity) rangking RI naik jadi nomor 7, tapi hitungan PPP itu sumir, tidak lazim dan banyak kelemahan!” tuturnya.

Lebih dari itu, Rizal Ramli mencatat PDB/GDP per kapita Indonesia pada tahun 2022 terbilang rendah jika dilihat dari segi tingkat pendapatan masyarakat yang justru memperlihatkan ketimpangan.

“Pejabat doyan pakai (indikator) PPP supaya kelihatan hebat. Tapi dari segi yang penting untuk kesejahteraan rakyat, GDP per kapita Indonesia sangat rendah di dunia, nomor 104,” ujarnya.

“Tahun 2021: GDP per kapita Indonesia hanya 4.291 dolar per orang, Malaysia 11.371 dolar dan Thailand 7.233 dolar. Itupun ketimpangan pendapatan di RI sangat tinggi karena tidak pro-rakyat!” tandas Rizal Ramli. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *