Presentase Perkiraan Agama yang Ada di Negara Korea Utara

agama di negara korea utara
Rakyat Korea Utara.

Indonesiadaily.net – Negara Korea Utara berada di kawasan Asia Timur, dengan ibukota di Pyongyang. Secara geografis, negara ini berbatasan dengan China dan Rusia di bagian utara, serta Korea Selatan di bagian selatannya.

Sampai sekarang ini, Korea Utara dikenal sebagai negara yang tertutup alias jarang terekspos ke dunia luar. Banyak hal yang tidak diketahui tentang negara tersebut, apalagi semenjak dipimpin oleh Kim Jong-un.

Bacaan Lainnya

Mengutip informasi dari laman U.S Department of State, Rabu 30 November 2022, pemerintah Amerika Serikat (AS) memperkirakan populasi Korea Utara berada di angka 25,8 juta pada pertengahan tahun 2021. Selain itu, diketahui juga bahwa pemerintah Korea Utara melaporkan demografi agamanya pada tahun 2002.

Di tahun tersebut, Korea Utara tercatat ada 15.000 praktisi Chondoisme, 12.000 Protestan, 10.000 Buddha, dan lain sebagainya. Seiring waktu, angka tersebut mengalami perubahan di sekarang ini.

Hanya saja, dengan segala keterbatasan informasi yang diperoleh dari Korea Utara, angka tepat dari persebaran kepercayaan penduduk di sana belum bisa dipastikan.

Pada tahun 2020, World Christian Database melaporkan, sebagian besar penduduk di Korea Utara adalah agnostik. Untuk besarannya sendiri, diperkirakan mencapai 57 persen dari jumlah populasi negara tersebut.

Berikutnya ada ateis, tercatat sekitar 16 persen warga Korea Utara diketahui sebagai seorang ateis.

Angka ini lebih besar dari penganut agama sinkretis atau ‘New Religionists’ yang memiliki besaran sekitar 13 persen dari total populasi.

Berikutnya ada etnoreligionis atau biasa dikenal dengan penganut agama rakyat (tradisional).

Untuk kepercayaan ini, terdapat sekitar 12 persen populasi Korea Utara yang memeluknya. Selain itu, ada juga beberapa kepercayaan lain yang turut dianut warga Korea Utara.

Diantaranya adalah agama Buddha dengan persentase 1,5 persen. Sementara agama lain seperti umat muslim, kristiani, dan lainnya hanya berkisah 0,5 persen secara kolektif. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *