Cerita Theodore Rachmat Sampai Masuk Daftar Orang Terkaya di Indonesia

orang terkaya indonesia
Theodore Rachmat.

Indonesiadaily.net – Theodore Rachmat, pria yang memiliki harta kekayaan sekitar Rp 49,7 triliun dan menempati peringkat ke-9 daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Kekayaan yang dimilikinya itu, berasal dari pengalaman dunia bisnis yang panjang. Dimana dia pernah menjabat sebagai CEO Grup Astra Internasional. Bahkan, Theodore Rach ini juga sebagai pendiri grup Triputra sampai akhirnya jadi salah satu orang terkaya.

Bacaan Lainnya

Triputra milik Theodore Rachmat ini merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai jenis bisnis, yakni agribisnis, pertambangan, dan manufaktur.

Dengan kekayaan tersebut, pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak lupa dengam kehidupan sosialnya, dia juga masuk dalam daftar Heroes of Philanthropy yang berisikan 30 orang kaya di Asia yang sangat dermawan.

Theodore Rachmat pun berada di posisi kedua dari daftar tersebut.

Profil Theodore Rachmat

Rachmat lahir di Majalengka, Jawa Barat, pada 15 Desember 1943. Tapi, masa kecilnya dihabiskan di Bandung, Jawa Barat.

Suami dari Like Rani Imanto ini termasuk kategori siswa yang selalu mendapatkan rangking yang tinggi di sekolah. Itu semua tidak terlepas dari hobi membacanya.

Diketahui, Teddy Rachmat memulai mengenyam bangku sekolah di SD Indonesia-Belanda, dan dilanjutkan di SMP dan SMA di Katolik Alloysius.

Berbekal hobi membaca, Teddy Rachmat kerap membaca buku tentang ekonomi, bisnis, hukum, agama, hingga filsafat.

Teddy melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Institusi Teknologi bandung (ITB), jurusan Teknik Mesin dan lulus pada tahun 1968.

Karir Teddy

Meskipun Teddy Rachmat adalah keponakan dari pemilik Astra, William Soeryadjaya, tetapi karirnya diawali menjadi sales, dan berkantor di garasi kecil di Jl Juanda III, Bandung, Jawa Barat.

Dengan kinerja yang bagus, Teddy Rachmat pun memiliki tugas mengelola United Tractors yang merupakan anak perusahaan PT Astra pada tahun 1972.

Teddy Rachmat pun kembali menunjukkan kinerja yang sangat bagus dan diangkat sebagai Direktur Astra.

Hanya bertahan sebentar, Teddy kembali naik jabatan menjadi CEO Astra.

Dengan kinerja yang bagus serta di bawah kepemimpinan Teddy Rachmat, Astra menjadi perusahaan konglomerasi dengan ratusan anak perusahaan.

Karena mampu mengembangkan Astra dengan baik, William pun memberikan saham perusahaan Astra kepada Teddy rachmat sebesar 5 persen.

Akhirnya, Teddy Rachmat mendirikan perusahaan Triputra Group pada tahun 1998.

Bergerak dalam bidang karet, batu bara, manufaktur, logisti, hingga perdagangan.

Selain itu, Teddy Rachmat juga membesarkan nama pertambangan batu bara di Kalimantan bernama PT Adaro Energy. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *