Usai PHK, Shopee Terancam Diboikot Filipina

 

Indonesiadaily.net – Platform e-commerce Shopee terancam diboikot masyarakat Filipina. Masalah ini muncul karena publik Filipina tak menyukai brand ambassador e-commerce Filipina tersebut.

Bacaan Lainnya

Melansir Tech in Asia, Senin (3/10),  protes ini disebarkan masyarakat lewat media sosial seperti Facebook dan Twitter. Mereka menyerukan semua orang untuk menghapus Shopee setelah perusahaan menunjuk Toni Gonzaga sebagai brand ambassador baru.

Gonzaga sendiri dikenal sebagai selebritas Filipina. Masalahnya ia juga dianggap sebagai pendukung Presiden Ferdinand Marcos Jr, yang diyakini menjadi faktor utama seruan boikot.

Lebih lagi e commerce warna kuning itu baru saja mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan di negara tersebut. Banyak pengguna yang mempertanyakan bagaimana perusahaan bisa mendapatkan uang untuk menggandeng Gonzaga sebagai brand ambassador.

Bahkan penjual atau merchant Shopee juga ikut mengancam bakal meninggalkan platform akibat ditunjuknya Gonzaga.

Perusahaan milik Sea Group ini memang baru saja mengumumkan Gonzaga sebagai brand ambassador terbarunya pada Kamis lalu. Shopee mengatakan kalau dia dipilih lantaran memiliki daya tarik di masyarakat, bukan karena pilihan politiknya.

Seruan untuk memboikot Shopee juga dinilai menguntungkan pesaingnya, Lazada, yang mana beberapa pengguna Filipina menyatakan bakal beralih ke platform tersebut.

Baru-baru ini Shopee baru saja mengumumkan PHK karyawan demi efisiensi. Tak hanya Filipina, karyawan Shopee di Indonesia, Amerika Latin, Taiwan, dan Malaysia juga terdampak PHK tersebut.

Jumlah karyawan di Indonesia yang di-PHK sebanyak 3 persen dari total jumlah karyawan Shopee. Dengan mengambil data jumlah karyawan perusahaan milik Sea Group itu di Indonesia sebanyak 6.232 orang sehingga diperkirakan ada 187 pegawai yang dilepas Shopee.(*)

 

Editor : Nur Komalasari

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *