Rusia Terus Hujani Ukraina dengan Rudal, Kali Ini Sasar Pembangkit Listrik

Rusia terus hujani Ukraina
Ilustrasi

Indonesiadaily.net – Rusia terus hujani Ukraina dengan rudal. Setelah pemukiman, dalam laporan terbaru Selasa 18 Oktober 2022, Rusia juga menghujani pembangkit listrik di Ukraina.

Dari kejadian tersebut, sepertiga pembangkit hancur. Hal ini juga menyebabkan pemadaman total dan melumpuhkan pasokan air.

Bacaan Lainnya

Serangan ke pembangkit tak hanya menghantam ibu kota Kyiv, tapi juga di Kharkiv, Dnipro, Kryvyi Rih dan Zhytomyr. Bahkan, di Kyiv rudal menewaskan tiga orang.

“Situasinya kritis sekarang di seluruh negeri. Seluruh negara perlu bersiap untuk pemadaman listrik, air dan pemanas,” kata wakil kepala kantor presiden Ukraina, Kyrylo Tymoshenko kepada televisi Ukraina, dikutip dari Reuters dan Channel News Asia (CNA), Rabu 19 Oktober 2022.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan, sejak 10 Oktober 2022, ada 30% pembangkit listrik di Ukraina hancur. Hal itu disebutkan Rusia sedang ‘kampanye mengintimidasi warga sipil’.

“Rusia terus hujani Ukraina sampai menyebabkan pemadaman besar-besaran di seluruh negeri,” tulisnya di Twitter.

Amerika Serikat (AS) juga mengutuknya dan menyebut kejahatan perang yang dilakukan Rusia dengan sengaja menyerang infrastruktur sipil.

“Serangan-serangan itu, yang membuat Ukraina tidak memiliki panas dan kekuatan saat musim dingin tiba, adalah taktik terbaru Putin untuk meningkatkan perang yang membuat pasukannya kalah,” katanya.

Sementara itu, laporan kehancuran Ukraina juga diberitakan di Mykolaiv, bagian selatan negara itu. Sebuah rudal benar-benar menghancurkan satu sayap sebuah bangunan di pusat kota.

Itu kemudian meninggalkan kawah besar. Seorang petugas pemadam kebakaran terlihat menarik mayat seorang pria dari puing-puing.

“Rusia mungkin mendapatkan kesenangan dari ini,” kata seorang warga bernama Oleksandr, pemilik toko bunga di dekatnya.

Moskow sendiri membantah sengaja menargetkan warga sipil. Kementerian pertahanan Rusia mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa mereka melakukan serangan menggunakan senjata presisi tinggi pada apa yang digambarkan sebagai target militer dan infrastruktur energi di seluruh Ukraina.

Namun sejumlah laporan menyebut, drone bunuh diri “kamikaze” Shahed-136 buatan Iran, terbang ke target mereka dan meledak. Iran sendiri membantah membantu Rusia. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *