Indonesiadaily.net – Tragedi di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur membuat Fraksi PDI Perjuangan mendukung langkah pembentukan panitia khusus (Pansus) yang diutarakan Fraksi PKB.
Pembentukan Pansus yang didukung Fraksi PDI Perjuangan ini merupakan salah satu langkah yang dinilai mereka menjadi bentuk empati.
“Barusan kita ngomong Pak Putra rencananya mau membuat pansus, ini bukan karena Mbak Puan ketemu Cak Imin minggu lalu, bukan. Ini lebih kepada simpati yang mana harapannya tidak akan terulang lagi,” kata Utut di Kompleks Parlemen Senayan seperti dilansir dari Suara.com.
Sekjen PKB Hasanuddin Wahid sebelumnya meminta agar Fraksi PKB di DPR mengusulkan pembentukan Pansus menyikapi tragedi tersebut.
“Saya telah memerintahkan FPKB mengusulkan pembentukan Pansus DPR RI Tragedi Kanjuruhan, dengan menjadikan Komisi X yang menangani keolahragaan menjadi leading sektornya,” ucap dia.
Pembentukan Pansus Tragedi Kanjuruhan, kata Hasanuddin, sangat penting untuk menuntaskan secara komprehensif dan solutif
Seperti diketahui, laga liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya berakhir ricuh dan ratusan nyawa suporter menghilang. Musababnya, kericuhan itu berlangsung setelah para suporte merangkak masuk ke stadion.
Polisi yang mencoba mengendalikan situasi, menembakan gas air mata hingga menyebabkan suporter berlarian. Akibatnya, banyak suporter yang meninggal setelah terinjak-injak. Hingga saat ini kasus ini masih terus diselidiki pihak Kepolisian.
Sebelumnya diberitakan,
Sebanyak 127 suporter tewas setelah kerusuhan antar pendukung sepakbola Arema FC dan Persebaya Surabaya pecah pada Sabtu malam (1/10).
Hal ini disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam keterangannya disuportersuasa127 Suporter Tewas dalam Laga Arema FC Kontra Persebaya Malang pasca kejadian kerusuhan itu berlangsung.
“Dalam kejadian itu ada 127 orang meninggal, dua diantaranya anggota Polri, ” papar Nico.
Dirinya menjelaskan, dari total korban meninggal, 34 orang tewas di dalam stadion, sedangkan sisanya meninggal di rumah sakit.
Saat berita ini ditulis, selain suporter yang tewas tercatat ada 180 orang yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Para korban yang meninggal, diduga mengalami sesak nafas dan terinjak-injak saat kerusuhan berlangsung.*
Editor: Nurkomalasari






