Indonesiadaily.net- Meningitis adalah peradangan meningen yaitu lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang. Gejalanya terkadang sulit dikenali karena serupa dengan flu, demam dan sakit kepala.
Meningitis atau radang selaput otak dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Selain itu, kondisi-kondisi tertentu, seperti melemahnya daya tahan tubuh, juga dapat memicu terjadinya meningitis.
Mengingat penyakitnya tersebut bisa berdampak serius sampai fatal, ada baiknya Anda mengetahui tanda penyakit ini.
Ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai, antara lain demam tinggi. Dilansir dari Mayo Clinic, begitu terkena meningitis, penderita biasanya bakal mengalami demam tinggi dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih. Demam ini terjadi secara tiba-tiba.
Infeksi meningitis biasanya disertai gejala khas berupa leher terasa kaku, termasuk di bagian tengkuk. Seperti demam, gejala ini juga muncul di tahap awal penyakit.
Penderita biasanya juga merasakan sakit kepala. Rasa nyerinya cukup parah dan intens atau terjadi terus-terusan, tidak seperti sakit kepala karena sedang banyak pikiran atau gangguan kesehatan ringan lainnya. Terkadang, penderita sampai mual dan muntah saat sakit kepala parah.
Serangan meningitis dapat menyebabkan perubahan pada kondisi mental. Akibatnya, penderita bisa mengalami kebingungan, susah konsentrasi, atau mengantuk terus sampai susah bangun dari tempat tidur.
Penderita juga cenderung sensitif terhadap cahaya. Kondisi ini membuat penderita tidak tahan dengan silau cahaya matahari atau lampu yang terang.
Di beberapa kasus, terkadang gejalanya juga bisa menyebabkan ruam di beberapa bagian tubuh. Ini bisa terlihat jelas ketika kulit sedikit ditekan dengan gelas berbahan kaca. Ruam ini berupa bercak-bernak kemerahan atau keunguan.
Jika Anda merasakan gejala meningitis yang khas seperti demam mendadak, sakit kepala parah, atau leher bagian belakang terasa kaku, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter. (*)
Editor : Nur Komalasari






