Indonesiadaily.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan data dari Dana Moneter Internasional (IMF). Dimana ada 16 negara yang menjadi ‘pasien‘ dan 28 lainnya sedang mengantri.
“Ada 16 negara sudah menjadi pasiennya IMF. 28 negara ngantri di depan pintu IMF,” kata Jokowi.
Jokowi menjelaskan, Indonesia harus bersyukur tidak masuk dalam daftar tersebut karena pertumbuhan Produk Domestik Bruto Indonesia pada kuartal II 2022 masih menyentuh 5,44 persen (year on year/yoy) di tengah resesi.
“Saya masih meyakini di kuartal ketiga ini kita juga masih tumbuh di atas 5 persen atau di atas 5,4 persen,” sambungnya percaya diri.
Ia juga menyinggung soal laju inflasi Indonesia yang masih terkontrol. Pada kuartal II, inflasi tercatat 4,9 persen dan Agustus 2022 hanya 4,6 persen.
Meski begitu, Jokowi menjelaskan yang menyebabkan inflasi September 2022 meningkat menjadi 5,9 persen karena adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Jokowi menegaskan kerja keras adalah kunci dalam kondisi yang sangat sulit seperti sekarang. Tidak hanya membenahi unsur makro, tapi juga mikro.
“Otoritas moneter bergerak, otoritas fiskal bergerak, kemudian daerah juga bergerak,” tegasnya. (*)
Editor : Pebri Mulya






