Indonesiadaily.net – Inggris mengumumkan akan memasok senjata canggih ke Ukraina untuk menembak jatuh rudal jelajah Rusia, Kamis 13 Oktober 2022.
Pasokan senjata canggih yang dipasok adalah jenis Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile (AMRAAM). Itu jadi yang pertamakalinya London membantu Kiev sejak Rusia menginvasi pada Febriari 2022.
Misil ini akan digunakan pada Norwegian/National Advanced Surface-to-Air Missile System (NASAMS) pasokan Amerika Serikat (AS).
Pengumuman Inggris itu muncul setelah sekutu-sekutu Barat pada Rabu 12 Oktober 2022 berjanji untuk membantu meningkatkan perlindungan terhadap serangan Rusia dengan mengirimkan pertahanan udara baru ke Ukraina.
Sebelumnya, pada hari Senin 10 Oktober 2-22, Rusia menghujani rudal secara besar-besaran ke sekitar 16 kota di Ukraina.
Serangan massal ini diklaim sebagai pembalasan atas ledakan yang menghantam Jembatan Crimea—jembatan terpanjang di Eropa yang dibangun Moskow untuk menghubungkan Crimea dengan daratan Rusia.
“Roket AMRAAM…akan diberikan dalam beberapa minggu mendatang untuk digunakan dengan sistem pertahanan udara NASAMS yang dijanjikan oleh AS. Roket-roket itu akan membantu melindungi infrastruktur nasional penting Ukraina,” kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.
Inggris juga mengatakan akan mengirim ratusan pesawat tak berawak untuk mendukung dinas intelijen Ukraina serta 18 senjata artileri howitzer, selain 64 unit yang sudah dikirim.
“Senjata-senjata ini akan membantu Ukraina mempertahankan langitnya dari serangan dan memperkuat pertahanan rudal mereka secara keseluruhan bersama NASAMS AS,” kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Selasa meminta negara-negara G7 termasuk Inggris untuk membantu Kiev menciptakan “perisai udara”.
Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan “prioritas utama” dukungan Barat untuk Ukraina adalah memberi Kiev lebih banyak pertahanan udara untuk melindungi dari serangan tanpa pandang bulu Rusia.
Menteri pertahanan dari aliansi militer Barat tersebut dijadwalkan bertemu pada hari Kamis di Brussels. (*)
Editor : Pebri Mulya






