Cara Hentikan Pertumbuhan Jamur Pasca Rumah Kebanjiran

Indonesiadaily.net – Rumah yang kebanjiran berpotensi mengembangkan jamur karena spora jamur hadir di mana saja. Lantas bagaimana menghentikan pertumbuhan jamur pasca rumah kebanjiran? Berikut penjelasannya

Disadur dari Family Handyman, yang dikutip dari kompas.com pertumbuhan jamur yang tidak dikendalikan dapat merusak bangunan dan menyebabkan masalah kesehatan seperti asma.

Bacaan Lainnya

“Jamur dapat tumbuh hanya dalam 24-48 jam jika diberikan sumber makanan dan kelembapan,” ujar pendiri HomeCleanse dan Change the Air Foundation ini.

Karena itu, ia menambahkan penting bagi pemilik rumah segera melakukan langkah pencegahan.

Rubino mengatakan, mengatasi dan mengeringkan ruangan dengan benar setelah kebanjiran dapat membantu pertumbuhan jamur.

Sebab, ia tumbuh subur di area lembap dengan banyak bahan organik. Nah, rumah yang baru saja kebanjiran cocok dengan kondisi tersebut.

Setelah menemukan tempat yang cocok untuk berkembang, dia akan terus tumbuh hingga penghuni menghentikannya.

Jangan memasuki rumah yang kebanjiran hingga aman, terutama jika genangan air cukup tinggi. Gunakan celana panjang, pakaian berlengan panjang, sepatu boots karet, dan sarung tangan.

Jangan lupa siapkan pakaian ganti karena spora jamur bisa menempel pada pakaian dan  mudah berpindah ke tujuan selanjutnya.

Setelah itu, matikan listrik. Jangan pernah menyentuh panel listrik jika berada di genangan air untuk mencapainya.

Selanjutnya, mengeringkan hunian. Rubino mengatakan tidak menggunakan kipas angin saat melakukan pengeringan karena dapat meniup spora jamur dan bakteri.

Selain itu, tidak dapat mengatasi kelembapan, yang mana tingkatnya harus berada di bawah 60 persen untuk menghambat pertumbuhannya.

Ia merekomendasikan untuk menggunakan dehumidifier daripada kipas angin. Jika ingin memakai kipas angin, pastikan ada aliran udara yang mengarah ke luar rumah.

Setelah mengeringkan rumah, sortir barang-barang untuk memutuskan mana yang harus disimpan dan dibuang.

Barang-barang berpori seperti pakaian, kap lampu, dan karpet sebaiknya dibuang saja apabila kondisinya sudah sangat parah akibat terkena banjir. Ini lantaran kontaminasi yang masuk ke dalam serat barang-barang tersebut sangat sulit  dibasmi. Begitu pun barang-barang semi-berpori seperti kulit dan kayu tanpa pelapis sebaiknya dibuang jika memiliki genangan air.

Meski barang-barang terlihat halus, spora jamur bisa tumbuh jauh di dalam seratnya. Untuk permukaan tidak berpori seperti logam, kaca, meja dapur, dan perabot kayu dengan pelapis pelindung, bisa dibersihkan dengan aman.

Material basah yang dibawa banjir, seperti lumpur, puing-puing, dan barang yang tergenang air, sebaiknya segera disingkirkan.

Bersihkan dan keringkan semua permukaan dengan produk pembersih dan air panas. Jika menggunakan pemutih dengan konsentrasi antara lima persen dan sembilan persen, encerkan dengan 18 liter air. Setelah itu, biarkan rumah mengering dengan sendirinya. (*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *