Parents, Ini Tips Hilangkan Kebiasaan Anak Menggigit Kuku

Ilustrasi kebiasaan gigit anak gigit kuku
Ilustrasi kebiasaan gigit anak gigit kuku

Indonesiadaily.net – Anak-anak kerap melakukan kebiasaan yang tanpa disadari mengganggu kesehatan. Seperti minum sambil berdiri, berbicara saat makan hingga kebiasaan menggigit kuku. Meski sudah diingatkan, anak cenderung kerap kembali melakukannya.

Umumnya anak melakukan hal tersebut secara spontan namun, kebiasaan ini bukanlah hal baik. Kerapkali orangtua merasa sudah berusaha memberitahukannya tapi tetap saja dilakukan.

Bacaan Lainnya

Ketika anak terbiasa menggigit kukunya, hal itu akan membahayakan gigi dan kuku anak. Apalagi jika kuku kotor yang akan berbahaya bagi kesehatan anak.

Melansir laman Hindustantimes, seorang praktisi kesehatan Lina mengatakan, anak-anak yang menggigit kuku memiliki keinginan untuk berhenti tapi tidak tahu caranya.

Kondisi ini juga bisa berbahaya jika kebiasaan menggigit anak sudah sangat destruktif. Hal ini akan membuat jarinya mengalami luka berdarah, hingga kuku rusak serta menimbulkan rasa sakit.

Untuk menghindari berbagai hal tersebut, orangtua perlu untuk melakukan sesuatu agar kebiasaan menggigit kuku tersebut menghilang. Ini adalah tips yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan menggigit kuku!

Jangan menghukum anak. Orangtua juga tidak bisa memaksa anak dan menghukumnya begitu saja. Diperlukan sebuah pendekatan yang baik agar kebiasaan ini berkurang. Ketika orangtua memilih menghukum anak, itu akan membuatnya semakin sering melakukan kebiasaan tersebut.

Salah satu cara untuk mengurangi kebiasaan menggigit kuku yaitu dengan menjaganya tetap pendek. Ketika kuku anak pendek, itu akan mengurangi area bagian tersebut sehingga anak akan sulit untuk menggigitnya.

Orangtua juga bisa untuk menemukan alternatif lain untuk menggantikan kuku yang biasa digigitnya. Misalnya, dengan memberikannya camilan atau aktivitas lain sehingga perhatiannya teralihkan dari kebiasaan tersebut.

Untuk mengurangi kebiasaan ini dapat dilakukan dengan membuatnya tetap sibuk. Orangtua dapat memberikan anak berbagai aktivitas yang membuatnya tetap bergerak. Dengan begitu perhatian anak terhadap kebiasaan menggigit kuku akan teralihkan.

Biasanya kebiasaan ini yang dilakukan anak terjadi karena suatu hal. Oleh sebab itu, orangtua dapat menganalisis perilaku anak.
Ketahui anak melakukan beberapa hal tersebut apakah karena merasa gugup, kesal, stres, cemas, atau bosan. Ketika mengetahui penyebabnya, cobalah cari alternatif untuk bisa mengatasi masalah yang dihadapi atau menghubungi psikolog anak guna mencari solusi terbaik (*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *