11 Vitamin Injeksi Ilegal yang Menurut BPOM Berbahaya, Beredar di Lapak Online

injeksi vitamin
Ilustrasi injeksi vitamin

Indonesiadaily.net – Sejumlah vitamin C injeksi ilegal atau palsu kian marak beredar di lapak online. Berdasarkan penjelasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) produk tersebut dijual dengan mengaku memiliki khasiat berlebihan.

“Saat ini masih ditemukan peredaran vitamin C injeksi ilegal (tanpa izin edar BPOM) dengan klaim untuk mencerahkan dan memutihkan kulit,” terang BPOM dalam keterangan resminya, dikutip Jumat 23 September 2022.

Menurut BPOM, produk tersebut tentunya berbahaya karena bisa memicu risiko kesehatan, karena tidak memiliki bukti ilmiah manfaat penggunaan, bahkan terutama tentang efek samping dari obat tersebut

Dikutip dari Healthline, efek samping injeksi vitamin C umumnya meliputi urine gelap, demam, sakit perut, hingga mata atau kulit kuning. Jika pasien disuntikkan dengan dosis tinggi serta memiliki riwayat penyakit ginjal, bukan tidak mungkin seseorang mengalami kerusakan ginjal.

Baca Juga  10 Kebiasaan Penghambat Menjadi Sukses dan Kaya

Suntikan vitamin C dosis tinggi juga bisa meningkatkan risiko batu ginjal. Karenanya, BPOM memastikan penggunaan injeksi vitamin C perlu diberikan dengan pengawasan dokter.

Berikut contoh merek produk vitamin C injeksi ilegal yang ditemukan BPOM:

1. Bionic White Skin
2. Neutro Skin
3. Vitamin C + Kollagen (Rodotex)
4. V-C Injection
5. Vitamin C Daehan New Pharm
6. White C
7. Glutax
8. Aqua Skin Veniscy
9. Rio Rae Complezion 12
10. RNA+EGF
11. Miracle White Injeksi

Bahayanya Menurut BPOM

“Tidak ada jaminan khasiat keamanan dan mutu produk. Meningkatkan risiko timbulnya efek samping obat. Meningkatkan risiko timbulnya infeksi apabila suntik vitamin C tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berwenang,” pesan BPOM RI.

Baca Juga  BRI: Kunci Hindari Social Engineering, Jaga Kerahasiaan User dan Password

BPOM mengimbau agar masyarakat segera melapor jika masih menemukan produk vitamin C injeksi ilegal. Bisa langsung menghubungi sejumlah unit layanan pengaduan konsumen BPOM seluruh RI, salah satunya melalui 1500533 HaloBPOM. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.