Kamis, Mei 30, 2024

Tahun 2026, Masak Tidak Lagi Menggunakan LPG Tapi Pakai Ini

Indonesiadaily.net – Fasilitas hilirisasi batu bara menjadi gas dimetil eter (DME) sedang dibangun PT Bukit Asam Tbk (PTBA). DME diproyeksikan menggantikan LPG yang kini banyak digunakan masyarakat.

Direktur Utama Bukit Asam, Arsal Ismail mengatakan, fasilitas pemurnian itu targetnya selesai digarap pada tahun 2026. Sekarang ini fasilitas hilirisasi batu bara jadi DME, masih dalam tahap administratif dan pengujian setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Januari 2022.

Setelah itu, ditargetkan pada tahun depan sudah dimulai progres pembangunan fisik. Kemudian pada 2026 ditargetkan DME bisa diproduksi dan menjadi pengganti LPG.

“Kalau sesuai timeline kita, kan pembangunan kurang lebih tiga tahun, kalau tahun depan sudah mulai diharapkan 2026 sudah hasilkan produk DME itu,” sebut Arsal.

Baca Juga  Aparat Desa Kabupaten Tangerang Ikuti Bimtek PPID

Arsal bilang DME bakal jadi substitusi yang tepat buat LPG. Ujungnya, pemerintah bisa mengurangi impor gas untuk LPG.

“Nantinya kita akan utilize 6 juta ton (batu bara) per tahun, dan diharapkan hasilkan 1,4 juta DME per tahun dan bisa kurangi impor LPG 1 juta ton per tahun,” papar Arsal.

Fasilitas hilirisasi batu bara menjadi DME dibangun di Kawasan Industri Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatera Selatan. PTBA menggarap proyek itu bekerja sama dengan Pertamina dan juga perusahaan Amerika Serikat (AS) Air Products and Chemicals Inc.

Arsal bilang meski sudah di-groundbreaking oleh Presiden Jokowi, saat ini pihaknya masih menunggu Peraturan Presiden atau Perpres untuk menjadikan kawasan Muara Enim menjadi sebuah kawasan ekonomi khusus alias KEK.

Baca Juga  Sawit Hingga Kopi Ditolak Eropa, Sultan Minta Pemerintah Tetapkan Aturan Pertanian Berkelanjutan 

Di samping itu, pihak Air Products pun sudah melakukan studi geotech dan juga penelitian soal kandungan batu bara di Muara Enim.

“Sementara itu, di lapangan masih jalan juga kami melakukan pengujian coal sampling. Teman-teman Air Products lakukan geotech. Dia melakukan penelitian soal lahan di sana. Mudah-mudahan berjalan baik,” ungkap Arsal.

“Coal sampling tadi dilakukan agar spesifikasi tidak ada perbedaan jauh juga lagi berjalan. Sambil tunggu proses administrasi di keppresnya,” lanjutnya.

Perkiraannya, tahun depan kegiatan fisik fasilitas DME bakal digarap. “Kita harapkan simultan schedule, tahun depan kegiatan fisiknya,” kata Arsal. (*)

 

Editor : Pebri Mulya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles