Indonesiadaily.net – Dari data terakhir yang berhasil dihimpun, jumlah penderita kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia mencapai 206 anak.
Dari jumlah tersebut 99 anak meninggal dunia karena kasus misterius ini. Namun, apakah kasus gagal ginjal akut dapat ditanggung menggunakan BPJS Kesehatan.
Melansir Suara.com, Direktur BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti memastikan bahwa gangguan ginjal akut yang banyak diderita anak-anak Indonesia bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Dengan catatan pasien anak-anak tersebut merupakan peserta aktif BPJS Kesehatan.
“Kalau dia peserta BPJS Kesehatan termasuk penderita gagal ginjal untuk anak-anak dan dia peserta BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan siap untuk membiayai asalkan sesuai prosedur,” kata Ghufron usai Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan tahun 2022, di Jakarta pada Rabu (19/10).
Lebih lanjut, Ghufron menjelaskan bahwa gagal ginjal adalah kategori penyakit katastropik yang akan membutuhkan perawatan medis cukup lama dan biaya tinggi. Selama ini, penyakit katastropik termasuk gagal ginjal akut misterius menjadi salah satu komponen penyakit dengan biaya perawatan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Sejauh ini setidaknya terdapat tiga layanan kesehatan untuk penderita penyakit ginjal yang akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Diantaranya yaitu transplantasi ginjal, cuci darah (hemodialisis) dan juga perawatan CAPD (Coninous Ambulatory Peritoneal Dialysis).
Melansir dari laman BPJS Kesehatan, jumlah biaya yang akan ditanggung untuk penanganan transplantasi ginjal yakni senilai Rp 378 juta. Biaya tetsebut sudah termasuk pemeriksaan, observasi, obat-obatan hingga proses penyembuhan.
Sementara, jaminan biaya dari BPJS Kesehatan untuk seluruh tindakan perawatan cuci darah yakni sebesar Rp 92 juta per tahun. Biaya ini diberikan apabila cuci darah dilakukan dua kali dalam sepekan per pasien. Sedangkan jumlah biaya yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan untuk CAPD hingga pasien sembuh yaitu Rp 76 juta setiap tahun per pasien.
Perawatan kasus gagal ginjal akut misterius akan diberikan dengan syarat utama pasien anak merupakan peserta BPJS Kesehatan. Selanjutnya, saat pengajuan klaim kepada BPJS Kesehatan harus sesuai dengan prosedur.
Anggaran yang telah disiapkan oleh BPJS kesehatan untuk menyokong perawatan dan pelayanan gagal ginjal akut misterius pada anak menurut Ghufron memungkinkan, selama ada indikasi medis.
Berdasarkan laporan Kemenkes, kasus misterius pada anak per 18 Oktober 2022 tercatat 206 kasus di 20 provinsi. Kasus terbanyak tercatat berada di wilayah DKI Jakarta yakni sebanyak 71 kasus, Jawa Barat 24 kasus, Jawa Timur sebanyak 24 kasus, Sumatra Barat sebanyak 21 kasus, Aceh 18 kasus, dan Bali 17 kasus. Hingga kini IDAI bersama Kementerian Kesehatan masih terus meneliti penyebab dari penyakit ini.(*)
Editor: Nur Komalasari






