Indonesiadaily.net – Proyek galian drainase Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Jalan Ki Hajar Dewantoro Kecamatan Ciputat membuat warga merasa geram.
Pasalnya, bekas galian drainase tersebut di beberapa titik tidak dirapikan kembali, terutama galian di depan rumah warga yang terkena dampak.
Akibatnya, banyak warga yang geram lantaran tidak ada tanggung jawab dari pihak Pemerintah Kota Tangsel maupun kontraktor.
Pantauan di lapangan, retakan aspal hingga jembatan depan rumah warga masih dipenuhi dengan puing-puing bekas galian hingga menyulitkan kendaraan yang hendak keluar.
Melihat lamanya pekerjaan proyek, warga pun inisiatif sendiri untuk merapihkan halaman depan rumahnya. Nampak, warga baik yang ada di kios maupun rumah merapihkannya dengan semen.
Padahal, proyek Drainase Kota tersebut disebut Walikota Tangsel Benyamin Davnie bakal rampung pada akhir Desember 2022.
“Pelaksanaan pekerjaan proyek sesuai kontrak, yakni 209 hari kerja dan dijadwalka selesai pada Desember 2022,” kata Benyamin, Kamis (27/11/2022) lalu.
Namun kenyataannya proyek tersebut masih banyak cacatnya. Sepanjang penelusuran awak media, koneksi drainase sepanjang 12,9 kilometer itu terputus dan tidak mengarah ke saluran pembuangan utama.
Di beberapa titik, drainase terhenti akibat adanya tiang listrik. Ada juga yang terhenti akibat memakan bibir jalan sehingga tidak bisa digali. Nampaknya lahan menjadi permasalahan di sini.
Belum lagi rumah warga yang tertimpa kabel listrik akibat galian tersebut, pagar rumah warga yang roboh, pengendara motor yang terjatuh di lubang galian akibat tidak ada papan peringatan. Alat berat yang parkir di pinggir jalan akibat mogok. Setelah dijadwalkan rampung, proyek itu pun masih menyusahkan warga.
“Kalau saya ngebetulin sendiri itu jembatan depan rumah karena bawahnya kan got atau drainase yang baru digali itu. Iya pake duit sendiri,” ujar Marlina warga Jalan Ki Hajar Dewantoro, Kecamatan Ciputat, saat diwawancarai, Kamis (19/1/2023).
Menurut dia, sebelumnya tidak ada sosialisasi ataupun izin untuk menggali drainase depan rumahnya.
“Ngga ada tuh. Mereka menggali ya menggali aja. Pagi-pagi saya lihat mobil saya udah ga bisa lewat. Tapi sekarang sudah bisa,” ungkapnya.
Sementara itu baik pihak Pemerintah Kota Tangerang Selatan maupun kontraktor enggan memberikan komentar prihal tersebut.
Penulis : Ihya Ulumuddin
Editor : Nur Komalasari
Indonesiadaily.net – Proyek galian drainase Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Jalan Ki Hajar Dewantoro Kecamatan Ciputat membuat warga merasa geram.
Pasalnya, bekas galian drainase tersebut di beberapa titik tidak dirapikan kembali, terutama galian di depan rumah warga yang terkena dampak.
Akibatnya, banyak warga yang geram lantaran tidak ada tanggung jawab dari pihak Pemerintah Kota Tangsel maupun kontraktor.
Pantauan di lapangan, retakan aspal hingga jembatan depan rumah warga masih dipenuhi dengan puing-puing bekas galian hingga menyulitkan kendaraan yang hendak keluar.
Melihat lamanya pekerjaan proyek, warga pun inisiatif sendiri untuk merapihkan halaman depan rumahnya. Nampak, warga baik yang ada di kios maupun rumah merapihkannya dengan semen.
Padahal, proyek Drainase Kota tersebut disebut Walikota Tangsel Benyamin Davnie bakal rampung pada akhir Desember 2022.
“Pelaksanaan pekerjaan proyek sesuai kontrak, yakni 209 hari kerja dan dijadwalka selesai pada Desember 2022,” kata Benyamin, Kamis (27/11/2022) lalu.
Namun kenyataannya proyek tersebut masih banyak cacatnya. Sepanjang penelusuran awak media, koneksi drainase sepanjang 12,9 kilometer itu terputus dan tidak mengarah ke saluran pembuangan utama.
Di beberapa titik, drainase terhenti akibat adanya tiang listrik. Ada juga yang terhenti akibat memakan bibir jalan sehingga tidak bisa digali. Nampaknya lahan menjadi permasalahan di sini.
Belum lagi rumah warga yang tertimpa kabel listrik akibat galian tersebut, pagar rumah warga yang roboh, pengendara motor yang terjatuh di lubang galian akibat tidak ada papan peringatan. Alat berat yang parkir di pinggir jalan akibat mogok. Setelah dijadwalkan rampung, proyek itu pun masih menyusahkan warga.
“Kalau saya ngebetulin sendiri itu jembatan depan rumah karena bawahnya kan got atau drainase yang baru digali itu. Iya pake duit sendiri,” ujar Marlina warga Jalan Ki Hajar Dewantoro, Kecamatan Ciputat, saat diwawancarai, Kamis (19/1/2023).
Menurut dia, sebelumnya tidak ada sosialisasi ataupun izin untuk menggali drainase depan rumahnya.
“Ngga ada tuh. Mereka menggali ya menggali aja. Pagi-pagi saya lihat mobil saya udah ga bisa lewat. Tapi sekarang sudah bisa,” ungkapnya.
Sementara itu baik pihak Pemerintah Kota Tangerang Selatan maupun kontraktor enggan memberikan komentar prihal tersebut.
Penulis : Ihya Ulumuddin
Editor : Nur Komalasari






