Indonesiadaily.net, Surabaya – Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengatasi judi online yang semakin marak. Langkah preventif dilakukan, di antaranya memblokir situs yang muncul di situs pemerintah serta sosialisasi kepada siswa di sekolah
Wali Kota Surabaya Ery Cahyadi mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk bisa memblokir situs judi.
“Kami juga akan melihat, melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan Kementrian Kominfo, untuk bisa memblokir setiap HP terutama siswa pelajar,” ujar Eri.
Eri Cahyadi juga menggandeng dinas pendidikan kota Surabaya untuk mengantisipasi judi online di lingkungan sekolah
“Kami juga melakukan antisipasi di sekolah,” kata Cak Eri
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh akan memerintahkan para guru untuk membantu mengawasi potensi judi online di sekolah.
“Kami minta para guru ikut melakukan pengawasan. Kami sampaikan kepada wali murid untuk selalu memastikan aktivitas anak. Tentu, yang positif,” kata Yusuf.
Menurut data dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto,
Secara demografi, tercatat ada 2,37 juta pemain judi online di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 13 persen atau sekitar 500 ribu lebih berusia dibawah 20 tahun.
“Sesuai data demografi pemain judi online, usia di bawah 10 tahun itu ada 2 persen dari pemain. Total ya 80 ribu yang terdeteksi, Untuk usia 11 sampai 20 tahun itu 11 persen, 440.000 orang,” pungkas Hadi.
Pewarta Fino
Editor Sigit






