6 Kuliner Asia Jadi Warisan Budaya Tak Benda, 3 Diantaranya dari Indonesia

Indonesiadaily.net – Kuliner yang merupakan warisan budaya tak benda sudah ada beberapa yang terdaftar di UNESCO. Alasannya supaya kuliner tersebut terbantu dari segi promosi sampai terjaga kelestariannya sebagai makanan atau minuman milik dari suatu negara.

Sudah ada enam kuliner dari Asia yang terdaftar di UNESCO, dan itu termasuk diantaranya ada yang dari Indonesia.

  1. Rendang, Indonesia

kuliner rendang

Sempat jadi rebutan antara Indonesia dan Malaysia. Melansir Archyworlds, rendang dipatenkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2013. Jauh sebelum didaftarkan pada organisasi tersebut, rendang sudah diakui dunia sebagai makanan khas Indonesia, lho.

Rendang sendiri sudah tercipta ribuan tahun lamanya. Makanan terenak di dunia ini lahir di tanah Minangkabau. Saat tercipta, rendang dibuat dari daging kerbau. Lambat laun, kuliner kaya rempah ini identik berbahan daging sapi.

  1. Washoku, Jepang

Washoku sudah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda UNESCO sejak akhir tahun 2013, seperti dilansir Nippon. Lalu, apa itu washoku? Apakah ada dari kamu yang baru dengar kuliner khas Jepang yang ini?

Baca Juga  Banyak Tenaga Honorer Titipan, Menpan-RB : Mereka Ingin jadi ASN Tanpa Tes

Washoku diambil dari bahasa Jepang yang artinya keseimbangan. Memang betul karena makanan yang terdiri dari nasi dan lauk pauk. Lauk pauk yang terdapat pada washoku mengandung unsur alam seperti sayuran, daging, dan makanan laut.

Dianggap komposisi menyehatkan terlebih umumnya washoku dibuat tanpa menggunakan bumbu. Kuliner ini jadi makanan alternatif orang Jepang saat diet, lho.

  1. Kimchi, Korea Selatan

Dilansir The Korea Times, kimchi juga terdaftar di UNESCO sekitar akhir tahun 2013. Kamu pasti sudah gak asing lagi dengan makanan khas Korea Selatan ini.

Kimchi sudah ada sejak ribuan tahun lamanya. Makanan kebanggaan orang Korea ini merupakan olahan fermentasi dari sayuran. Seperti diketahui, kimchi berbahan sawi paling dikenal.

Namun siapa sangka? Kimchi bisa dibuat juga dari lobak, daun bawang, sampai daun selada. Rasanya perpaduan asam dan pedas membuat kimchi sering dipadukan dengan makan Korea lainnya.

  1. Airag, Mongolia
Baca Juga  Intip Yuk Tiga Museum Baru Yang Diluncurkan Kemendikbud Ristek

Airag adalah sejenis minuman terbuat dari susu fermentasi. Bukan sapi maupun domba. Jenis susu yang digunakan berasal dari kuda. Mengingat hewan berkaki empat tersebut jumlahnya cukup dominan di Mongolia.

Mengandung gizi yang cukup tinggi. Mongolia tak menyia-nyiakan keberadaannya airag, dan mendaftarkannya pada UNESCO. Tepat pada tahun 2019, airag diakui organisasi tersebut sebagai warisan budaya tak benda milik Mongolia, seperti dilansir MONTSAME.

  1. Nasi goreng, Indonesia

Meski di setiap negara terdapat nasi goreng. Namun, nasi goreng khas Indonesia berbeda dari negara lainnya. Di mana nasi goreng kita lebih menonjolkan rasa pada bumbu rempah, lho. 

Selain rendang, nasi goreng Indonesia rasanya sering dipuji oleh wisatawan asing sampai selebrita dunia, lho. Mengejutkannya lagi, kuliner yang disepelekan ini sudah terdaftar di UNESCO sejak tahun 2011, seperti dilansir Kemendikbud.

  1. Lumpia, Indonesia

Makanan khas Indonesia hasil asimilasi budaya dengan China bernama lumpia juga sudah terdaftar di UNESCO sejak tahun 2014, seperti dilansir Kemendikbud.

Baca Juga  Tiga Provinsi Ini Didorong Kemenkes Jadi Lokasi Wisata Kebugaran

Lumpia yang memiliki kulit bertekstur renyah saat digoreng, dan lembut ketika dikukus merupakan makanan khas dari Kota Semarang. Mudah sekali menjumpai lumpia sebagai jajanan sampai oleh-oleh. 

Awal kemunculannya, lumpia berbahan dasar daging babi cincang. Karena mayoritas orang Jawa dulu tidak mengonsumsi daging tersebut. Isi lumpia diinovasi. Bisa dari rebung, sayuran, daging ayam, maupun campur. (*)

 

Editor : Fenilya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *