Indonesiadaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan perbankan. Beragam modus kini memanfaatkan berbagai sarana komunikasi untuk meyakinkan calon korban dan memperoleh informasi yang bersifat pribadi maupun rahasia.
Direktur Operations BRI Hakim Putratama mengatakan bahwa pelaku kejahatan siber terus memanfaatkan berbagai medium komunikasi untuk meyakinkan calon korban, termasuk dengan mengatasnamakan institusi perbankan. Karena itu, nasabah perlu mencermati setiap komunikasi yang diterima dan memastikan sumbernya sebelum memberikan respons.
“BRI terus memperkuat kapabilitas teknologi dan pengelolaan sistem untuk menjaga keamanan dan keandalan layanan digital. Di sisi lain, kami mengajak nasabah untuk selalu berhati-hati ketika menerima komunikasi yang mengatasnamakan BRI dan memastikan informasi tersebut berasal dari kanal resmi sebelum memberikan data maupun melakukan tindakan apa pun. Dengan kewaspadaan dari nasabah dan dukungan sistem yang andal, keamanan dalam bertransaksi digital dapat dijaga bersama,” ujar Hakim.
BRI Contact 1500017 merupakan kanal komunikasi resmi BRI yang dapat dikenali melalui beberapa ciri. Kanal ini menggunakan nomor 1500017 tanpa tambahan prefiks atau kode seperti +, -, maupun +62, serta bukan merupakan nomor masking maupun nama kontak di WhatsApp. Petugas BRI juga tidak pernah meminta data pribadi dan rahasia, seperti PIN, User ID, password, kode OTP, maupun CVC/CVV kartu.
Untuk memperoleh informasi, bantuan, maupun layanan BRI, nasabah dapat mengakses kanal resmi BRI, seperti Sabrina melalui WhatsApp 0812 1214 017, Pusat Bantuan pada aplikasi BRImo, email callbri@bri.co.id, serta situs resmi www.bri.co.id. Informasi mengenai produk dan layanan BRI tersedia melalui kanal resmi di TikTok dan Instagram @bankbri_id, Facebook BANK BRI, serta platform X melalui akun @BANKBRI_ID, @promo_BRI, dan @kontakBRI.
“Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman. Jangan terburu-buru mengambil tindakan ketika menerima komunikasi yang mencurigakan, dan pastikan informasi tersebut berasal dari kanal resmi BRI,” pungkas Hakim.(*)






