Menkop Resmi Buka Pelatihan Manajer KDKMP

 

Indonesiadaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi memulai program pelatihan dan sertifikasi bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak di seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

Pembukaan pelatihan ini menandai langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang akan mengelola ekosistem ekonomi baru di tingkat desa.

Acara pembukaan dipusatkan di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Cimahi, Jawa Barat, Kamis (17/7), dan dibuka langsung oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. Pelatihan ini merupakan tahap kedua setelah para peserta sebelumnya mengikuti pembentukan karakter dan pendidikan bela negara yang difasilitasi Kementerian Pertahanan.

“Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyiapan garda terdepan untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.

Menkop menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian pembentukan SDM KDKMP. Setelah menyelesaikan tahap penguatan kompetensi manajerial, para peserta akan mengikuti tahap ketiga, yakni sertifikasi kompetensi. Melalui tiga tahapan tersebut, pemerintah memastikan setiap manajer KDKMP memiliki karakter, kompetensi, dan profesionalisme yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi.

“Ini adalah tugas sejarah. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah gerakan negara yang harus terus dijaga karena tujuannya sangat mulia,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan KDKMP juga berada di tangan para calon manajer yang menjadi ujung tombak operasional di lapangan. “Apa yang kami rintis hari ini harus diteruskan. Dalam perjalanannya tentu akan ada tantangan dan hambatan, tetapi tujuan besar perjuangan ini harus mampu melampaui semua tantangan tersebut. Karena itu, jangan mudah menyerah dan tetap fokus pada misi besar membangun ekonomi desa melalui koperasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain membekali peserta dengan semangat bela negara, disiplin, tata kelola koperasi, dan manajemen keuangan, pemerintah juga memperkuat kemampuan soft skills, terutama komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan berkolaborasi dengan pengurus, pengawas, dan masyarakat desa.

“Kami ingin para manajer KDKMP tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, memimpin tim, dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Soft skills ini akan sangat menentukan keberhasilan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” katanya.

Dirinya menekankan bahwa para manajer yang lulus dari pelatihan ini harus memiliki standar profesionalisme yang tinggi. Pasalnya, KDKMP akan memegang peran strategis sebagai pengelola distribusi barang bersubsidi, penyedia layanan keuangan mikro, hingga agregator produk UMKM lokal.

“Kita ingin mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif. Keberhasilan operasionalisasi koperasi di desa-desa sangat bergantung pada kompetensi manajerial yang adik-adik pelajari selama pelatihan ini,” tambah Menkop.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari menjelaskan program penguatan kompetensi ini diikuti puluhan ribu peserta yang tersebar di 15 komando latihan, enam puluh (60) satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.

Selama 13 hari, mulai 17 hingga 31 Juli 2026, para calon manajer akan mengikuti pelatihan intensif selama 90 jam pelajaran yang mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, soft skill, hingga penguatan kepemimpinan. “Selain itu pemanfaatan Talent DNA untuk memperkuat integritas, kepemimpinan, serta kesiapan para manajer dalam mengelola KDKMP secara profesional,” jelas Destry.

Destry menambahkan pelatihan akan ditutup dengan uji sertifikasi kompetensi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ucap Destry.

Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian, menegaskan pentingnya manajemen talenta terhadap 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disiapkan untuk menjadi manajer KDKMP. Pengelolaan potensi ini dinilai menjadi kunci utama dalam membangun pondasi ekonomi kerakyatan.

“Proses manajemen talenta ini akan membentuk para calon manajer KDKMP melalui tiga tahapan krusial, yaitu membangun kemampuan untuk mengenal diri, memahami potensi diri, serta mengetahui kekuatan diri dalam mengelola lingkungan kerja mereka di tingkat desa atau kelurahan,” ucapnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *